Politik Pemerintahan

Kejar SAKIP AA, 238 PNS Banyuwangi Tempati Jabatan Baru

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat melantik 238 PNS di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (3/1/2020).

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melantik 238 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup pemerintah kabupaten. Hal ini menyusul pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Banyuwangi, sehingga harus melakukan mutasi jabatan.

Rinciannya, sembilan orang berstatus eselon II/b. Selebihnya, sebanyak 14 orang merupakan pagawai eselon III/a, 36 orang eselon III/b, serta masing-masing 153 orang eselon IV/a dan 26 orang eselon IV/b.

“Ini strategi Banyuwangi untuk mengefisienkan jumlah pegawai, dan efisiensi tenaga kita. Karena, ada sekitar 160 jabatan struktural kosong. Tidak ada orangnya. Maka kita gabungkan. Cuma nanti pekerjaan akan bertambah,” jelas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, usai pelantikan di pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat (3/1/2020).

Mutasi jabatan ini, kata Anas, sebagai langkah awal meraih Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) lebih tinggi. Pasalnya, Banyuwangi telah menjadi satu-satunya daerah yang meraih SAKIP A. “Sekaligus dengan ini mudah-mudahan kita dapat meraih SAKIP AA. Kita akan menempuh itu dengan efisiensi ini,” ungkapnya.

Termasuk, lanjut Anas, mengenai tata kelola pemerintahan dan asisten juga mendapat perubahan sesuai dengan Permendagri yang baru. Karena dulu hanya bisa administrasi keuangan, namun sekarang di pelayanan publik dan perencanaan.

“Sesuai arahan Permendagri, kita paling baru menjalankan ini. Di asisten 3 itu ada pelayanan publik dan perencanaan,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah pejabat yang berganti posisi, di antaranya pejabat eselon II/b, terjadi pergeseran pada tiga pos Asisten Sekretariat Daerah (Setda). Sih Wahyudi yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kini dipercaya menempati posisi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Selain itu, Guntur Priambodo yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum dipindahtugaskan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Satu jabatan Asisten Pemkab yang lain kini dijabat Choiril Ustadi Yudawanto. Sebelum mutasi kemarin, Ustadi menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan.

Sementara itu, mutasi juga menimpa Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Pria yang karib disapa Yayan, ini pindah tugas dari Asisten Pembangunan dan Kesra menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bukan itu saja, dua pejabat eselon II yang lain, yakni Wawan Yadmadi dan Zen Kostolani juga terkena gelombang mutasi di awal tahun ini.

Wawan sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kini dipercaya menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) yang lama kosong.

Sementara, Kepala Dispora yang ditinggalkan Wawan kini dipercayakan kepada Zen Kostolani. Sebelumnya, Zen Kostolani menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPP-KB).

Lainnya, Bupati Anas juga melantik tiga pejabat eselon II lainnya. Di antaranya, Syaiful Alam Sudrajat yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dilantik sebagai Kepala Disnakertrans dan Perindustrian.

Kedua, Arief Setiawan dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian. Serta Hary Cahyo Purnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, dilantik sebagai Kepala Dinas Perikanan. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar