Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kejaksaan Diminta Terbuka ke Publik Terkait Kasus Pokir di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (beritajatim.com) – Masyarakat masih menunggu terkait adanya gratifikasi yang dilakukan anggota dewan Kabupaten Pasuruan. Sehingga membuat Koordinator Masyarakat Antikorupsi Anggaran Rakyat (Makar), Lujeng Sudarto meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan untuk terbuka kepada publik dikasus pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Pasuruan.

Hal ini dikarenakan agar masyarakat tau berhenti dan tidaknya kasus tersebut. Sehingga tidak menimbulkan kebingunan kepada masyarakat sendiri. “Sebab selama ini rumor yang beredar kasus pokir itu berhenti karena tidak cukup bukti. Untuk itu meminta Kejari menyampaikan dan menjelaskan kepada publik dalam berhentinya kasus tersebut,” kata Lujeng, Kamis (19/05/2022).

Menurut Lujeng, kejaksaan harus berani mengambil sikap kepada publik atas berhentinya kasus pokir. Sebab kalau tidak disampaikan akan menjadi bola liar dan muncul asumsi yang tidak benar dimata masyarakat.

Untuk itu meminta kejaksaan untuk merillis kepada publik atas berhentinya kasus itu biar masalah tersebut tidak berlarut-larut. Sebab kasus itu sudah berbulan-bulan ditangani kejaksaan, tetapi belum ada kejelasan,” lanjutnya.

Lujeng menambahkan, jika laporan masyarakat masih belum memiliki bukti agar segera di sampaikan. Sehingga masyarakat sampai saat ini tidak menerka-nerka kasus tersebut.

Perlu diketahui, Kasus pokir tersebut telah dilaporkan pada bulan lalu oleh gabungan LSM yang terbentuk Masyarakat Antikorupsi Anggaran Rakyat (Makar). Lalu laporan itu ditindaklanjuti oleh penyidik kejaksaan.

Sebelumnya pada awal Maret 2022 lalu, penyidik Kejari Kabupaten Pasuruan telah memeriksa ketua dan wakil ketua  Dewan serta pimpinan Komisi di DPRD Kabupaten Pasuruan. Terhadap pejabat OPD Pemkab Pasuruan dan para rekanan yang diduga mendapatkan paket proyek dari anggota Dewan juga telah dilakukan pemeriksaan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan nasib pengungkapan dugaan gratifikasi tersebut. (ada/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar