Politik Pemerintahan

Kecewa di Masa Pandemi Covid-19, Warga di Mojokerto Diajak Mediasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Mediasi digelar pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dengan warga. Ini dilakukan lantaran adanya tidakpuasan sebagaian warga terhadap kinerja Pemdes Bangun dan adanya indikasi penyelewengan wewenang oleh pihak Pemdes Bangun.

Sejumlah warga Desa Bangun mendatangi balai desa untuk menyampaikan aspirasi terkait beberapa permasalahan yang terjadi di Desa Bangun. Karena masih masa pandemi Covid-19 sehingga warga hanya diwakili beberapa orang untuk mengikuti mediasi yang digelar di Balai Desa Bangun.

Mediasi yang dihadiri oleh Kepala Desa Bangun Dedik, Sekretaris Desa (Sekdes) Bangun Fanani, Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Bangun Syamsul dan sejumlah warga Desa Bangun tersebut digelar secara tertutup.

Perwakilan warga Desa Bangun, Hasan mengatakan, tujuan warga datang untuk meminta kejelasan terkait dengan adanya sisa Tanah Kas Desa (TKD) yang disinyalir telah disertifikatkan menjadi hak milik warga. “Dan diduga dilakukan oleh oknum Perangkat Desa,” ungkapnya, Senin (24/5/2021).

Warga menuntut kejelasan rincian keuangan desa dikarenakan ada dugaan penyalahgunaan wewenang terkait uang bantuan negara pada tahun 2019. Warga juga meminta pihak Pemdes Bangun harus segera menyelesaikan masalah pembakaran limbah sampah jenis leger/gendhelan.

“Dimana lokasi tempat pembakaran limbah tersebut berada di lingkungan padat penduduk dan dekat sekolah. Harus ada penyelidikan terkait limbah produksi ledok yang diperjualbelikan oleh oknum Pemdes Bangun dan warga meminta agar usut tuntas masalah PAD Desa Bangun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BPD Bangun, Syamsul menyampaikan jika warga tetap menutut dana Pendapatan Asli Desa (PAD) yang tidak jelas. Warga menginginkan sertijab PAD harus dilaksanakan secepat mungkin. “Terkait sertijab PAD, BPD tidak bisa memutuskan sendiri,” ujarnya.

Namun akan dilaporkan kepada Kepala Desa Bangun terlebih dahulu. Menurutnya, semua aspirasi warga Desa Bangun akan ditampung dan dimusyawarahkan bersama Kepala Desa Bangun. Usai menggelar mediasi, warga pun membubarkan diri. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar