Politik Pemerintahan

Kecamatan Trawas Masuk Peta Daerah Krisis Air Bersih di Kabupaten Mojokerto

Foto ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Kecamatan Trawas di Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu dari tiga kecamatan yang terancam krisis air bersih saat musim kemarau. Meski berada di lereng pengunungan, namun ada satu desa di Kecamatan Trawas masuk pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, desa di Kecamatan Trawas yang masuk pemetaan daerah krisis air bersih tersebut yakni Desa Duyung. “Namun faktor Kecamatan Trawas berbeda dengan Dawarblandong dan Ngoro,” ungkapnya, Senin (27/7/2020).

Kecamatan Dawarblandong dan Ngoro memang status tanahnya yang tandus dan gersang, namun di Desa Duyung justru memiliki sumber air yang melimpah. Namun lanjut Zaini, di Desa Duyung terjadi penyusutan air saat musim kemarau dan eksploitasi sumber air dampak dari pembangunan vila yang cukup masif dan tak terkontrol.

“Ini yang menjadi pemicu utama di Desa Duyung, Kecamatan Trawas. Dari banyaknya bangunan penginapan wisatawan itu, secara otomatis berdampak pada penggunaan air yang semakin tinggi karena ada ketidakseimbangan pemakaian air dengan sumber mata air yang ada. Sehingga berakibat pada kekurangan air bersih saat kemarau,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini. [Foto: misti/bj.com]
Ditambah, lanjut Zaini, tidak dibarengi dengan perawatan sumber mata air. Tahun lalu di Desa Duyung, ada 509 jiwa dengan jumlah 277 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Sehingga antisipasi bencana kekeringan sangat perlu dilakukan lebih dini. Diperlukan solusi permanen untuk bencana kekeringan lewat kajian survei geolistrik untuk mencari sumber air terdekat.

“Langkah mitigasi sudah mulai dilakukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto. Selain untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih yang setiap tahun melanda, upaya ini sekaligus menjadi penanggulangan bagi warga yang selalu terdampak,” tegasnya.

Untuk itu, masyarakat harus bersiap diri sejak dini menghadapi musim musim kemarau tahun ini. Tahun lalu, data BPBD Kabupaten Mojokerto menyebutkan, jika di Desa Duyung, Kecamatan Trawas ada 509 jiwa dengan jumlah 277 KK yang terdampak krisis air bersih. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar