Politik Pemerintahan

Kebun Binatang Surabaya Dibuka Kembali, Ini Aturannya

Pengunjung KBS Surabaya wajib Physical Distancing

Surabaya (beritajatim.com) – Kembali dibuka untuk umum Kebun Binatang Surabaya (KBS) memberikan beberapa syarat untuk pengunjung yang ingin bertamasya.

Para pengunjung yang datang wajib membeli tiket dengan cara online, jika tidak bisa cara pembelian dengan metode daring ini pengunjung bisa datang ke KBS dan akan dibantu oleh petugas.

Setelah membeli melalui online, para pengunjung wajib menunggu di kursi yang sudah disediakan oleh manajemen sesuai dengan protokol kesehatan dan wajib pyshical distancing.

Lalu pengunjung menunggu verifikasi dari pihak keuangan KBS. Setelah pihak konservasi hewan ini menyatakan sudah masuk uang yang sudah dittranfer, mereka langsung diizinkan untuk melewati pintu masuk.

Saat masuk, para pengunjung diwajibkan melakukan cuci tangan dan cek suhu tubuh. Serta langsung diberikan sosialasisai untuk mengikuti jalur anak panah yang sudah dibuat. Diantaranya adalah harus dalam kondisi sehat dan fit. Ibu hamil, balita, dan lansia di atas 60 tahun tidak diperbolehkan berkunjung ke KBS.

Selanjutnya seluruh pengunjung wajib menggunakan masker dan disarankan menggunakan face shield. Tak ketinggalan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer sebelum masuk.

Berikutnya, pengunjung wajib melakukan cek suhu tubuh oleh petugas sebelum masuk ke KBS. Bagi pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37.5 derajat tidak diperkenankan masuk dan diarahkan ke ruang tenaga medis.

Pengungjung juga wajib melakukan sterilisasi dengan sprayer disinfektan dan foot dipping. Lalu mereka wajib menjaga jarak minimal 1-2 meter saat antre masuk, melihat satwa, dan beristirahat di shelter.

Pengunjung harus mengikuti rute atau penunjuk arah yang telah ditetapkan. Serta tidak diizinkan berkerumun atau menggelar tikar di area KBS.

Humas KBS Winy Hustiani mengatakan, di hari pertama di buka (senin), pihak KBS membuat gelombang pengunjung, untuk gelombang pertama dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, tercatat hanya puluhan pengunjung yang hadir. Ia menyadari bahwa ini baru awal pertama kali, sehingga ia tak terlalu menargetkan jumlah pengunjung banyak.

“Ini masih awal ya, sehingga tadi di gelombang pertama tercatat masih puluhan. Untuk data pastinya kami baru bisa memberikan datanya waktu sore hari nanti saat sudah tutup,” ujar Winy.

Winy menyebut untuk masa percobaan pembukaan selama satu bulan ini, pihaknya memberi batasan maksimal pengunjung. Yakni hari Senin hingga Kamis 1500 pengunjung, Jumat 500 pengunjung dan Sabtu-Minggu 3000 pengunjung.

“Kita lakukan pembatasan, karena memang kondisinya pandemi. Selain pembatasan kami juga memberikan jalur khusus supaya pengunjung tak saling bertemu. Sehingga pengunjung yang masuk mengikuti anak panah yang sudah kami buat,” ucap Weny.[way/ted] 





Apa Reaksi Anda?

Komentar