Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kebocoran Retribusi Parkir di Gresik Masih Terjadi

Kebocoran retribusi parkir

Gresik (beritajatim.com) – Kebocoran retribusi parkir di wilayah Gresik masih sering terjadi akibatnya realisasi pendapatan parkir masih jauh dari target.

Kali ini Komisi III DPRD kembali menyoroti kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di tepi jalan umum.

Hal tersebut terungkap saat kalangan legislatif menggelar rapat kerja dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rangka menindaklanjuti laporan pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD Gresik tahun 2021.

Semula retribusi parkir ditarget sebesar Rp 4 miliar dalam APBD Gresik tahun 2021. Namun, realisasinya hanya sebesar Rp 1,1 miliar. Jika diprosentekan, capaian tersebut hanya 28 persen.

“Ini jelas tidak masuk akal, apalagi hampir setiap tahun selalu berulang kebocorannya,” ujar Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah, Selasa (21/06/2022).

Politisi PDIP itu menambahkan, upaya Dishub Gresik menekan kebocoran belum juga membuahkan hasil. Untuk itu, komisi III berencana mengambil mesin parkir elektronik (e-parkir) untuk diuji kelayakan.

“Apakah masih layak atau tidak, Makanya, mau diambil untuk diuji kelayakannya,” imbuhnya.

Hal senada juga dikemukakan oleh anggota Komisi III DPRD Gresik Lutfi Dhawan. Pihaknya kecewa lantaran Dishub Gresik tak kunjung melakukan evaluasi. Bahkan, sering beralasan bahwa kebocoran itu disebabkan oknum-oknum juru parkir (jukir) nakal.

“Ada 116 titik potensi parkir parkir tepi jalan umum yang bisa dimaksimalkan untuk menambah PAD. Sehingga, perlu inovasi untuk menekan kebocoran,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra itu mengusulkan agar kebocoran tidak terulang lagi. Petugas juru parkir akan dibayar sesuai dengan gaji tenaga harian lepas (THL). Sehingga, tidak menggandeng pihak ketiga untuk mengelola parkir dengan sistim bagi hasil.

“Memang tidak bisa dilakukan secara keseluruhan. Namun, ketika Dishub menyatakan akan mengkaji dulu. Kami memaknainya sebagai alasan klasik,” ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Joyo Prawoto mengatakan, untuk mensukseskan penerapan sistem non tunai terdapat ada tiga unsur pendukung. Yakni masyarakat, juru parkir (jukir) dan pemerintah. Namun, dalam perjalanannya pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan.

“Masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan sistem cashless ini. Ke depan akan kami perbaiki terus,” pungkasnya. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar