Politik Pemerintahan

Kebijakan Fast-Track Mudahkan Jemaah Haji Jember

Jember (beritajatim.com) – Tahun ini, regulasi fast-track mulai diberlakukan demi menghindari antrean jemaah di bandara. Regulasi fast-track (jalur cepat) merupakan kebijakan baru yang diusulkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat penandatanganan MoU penyelenggaraan ibadah haji dengan Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi, Muhammad Salih bin Taher, tahun lalu.

Usulan kebijakan regulasi fast-track ini ditujukan untuk memudahkan jemaah haji karena tidak perlu mengantre lama untuk proses imigrasi di bandara Jeddah atau Madinah.

“Dulu sebelum ada fast-track, ketika nyampe di bandara, regulasi biometricnya kan di sana, sudah naik pesawat capek, begitu nyampe di bandara kita turun barengan sama jemaah dari negara lain, sehingga di bandara itu kita menunggu terlalu lama, nah di situlah asbabul wurud mulai diberlakukannya regulasi fast-track itu,” ungkap Ahmad Tholabi (50), Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementrian Agama Jember, Kamis (04/07/2019).

“Dengan harapan, jemaah ketika nyampe di bandara tidak terlalu lama nunggu, jadi jemaah lewat jalur khusus masuk di jalur fast-track, kemudian begitu turun dari bandara langsung naik bus yang mengangkut jemaah ke Mekkah, ke hotel-hotel tempat jemaah menginap,” lanjutnya.

Namun, dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, Kementrian Agama Jember harus bekerja ekstra keras dengan melaksanakan biometric dan meningitis di tanah air. “Dulu jemaah haji itu melakukan biometric saat sampai di bandara Jeddah atau di bandara Madinah, sekarang pemeriksaan biometric dilakukan di tanah air, sehingga sebelum paspor jemaah ini kita kirim ke Jakarta untuk proses pem-visa-an, kita harus memastikan paspor harus ada, lembaran bahwa yang bersangkutan telah melalui proses biometric,” pungkas Ahmad Tholabi. (ihs/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar