Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kaum Perempuan Enggan Jadi Panwascam Sumberjambe Jember

Pendaftaran Panwascam di Kantor Bawaslu Jember kurang diminati kaum perempuan.

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 637 orang mendaftarkan diri menjadi panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tetapi, jumlah perempuan yang mendaftarkan diri masih terbilang minim.

Saat pendaftaran dibuka pada 21-27 September 2022, ada 493 laki-laki dan 144 perempuan yang mengisi formulir dan menyerahkan berkas. Namun, ada tiga kecamatan yang tidak bisa memenuhi kuota 30 persen jumlah keterwakilan perempuan, yakni Tempurejo, Ledokombo, dan Sumberjambe.

Berdasarkan data yang dilansir Badan Pengawas Pemily (Bawaslu) Jember, hanya ada masing-masing satu perempuan yang mendaftarkan diri menjadi Panwascam Tempurejo dan Ledokombo. Sementara, tak ada satu pun perempuan yang mendaftarkan diri menjadi Panwascam Sumberjambe.

Panwascam Kaliwates paling banyak diminati dengan jumlah pendaftar mencapai 33 pria dan 8 perempuan. Jumlah pendaftar berjenis kelamin perempuan terbanyak ada pada Panwascam Ajung dan Sumbersari, yakni masing-masing sembilan orang.

“Kami akan melakukan verifikasi administrasi berkas mulai hari ini sampai 30 September 2022. Hasilnya diumumkan pada 1 Oktober, termasuk masa perpanjangan selama tujuh hari untuk daerah-daerah yang jumlah pendaftar perempuannya belum memenuhi kuota 30 persen,” kata Komisioner Bawaslu Jember Andhika Firmansyah, Rabu (28/9/2022).

Keterwakilan perempuan menjadi perhatian khusus Bawaslu. Dibutuhkan minimal dua pendaftar perempuan yang memenuhi syarat seleksi di masing-masing kecamatan. “Di setiap kecamatan kami masih harus memperhatikan 30 persen keterwakilan perempuan. Kalau setelah perpanjangan tujuh hari tetap tidak terpenuhi kuota itu, seleksi kami lanjutkan,” kata Andhika.

Andhika mengakui keterwakilan perempuan masih menjadi kendala dalam partisipasi penyelenggaraan pemilu. “Mungkin masih ada ketidakpahaman soal tugas panwascam. Mungkin teman-teman perempuan melihat pekerjaan panwascam ini turun ke lapangan, apalagi untuk penertiban banner,” katanya.

Sebelumnya dalam Pemilihan Kepala Daerah Jember 2020, keterwakilan perempuan dalam organisasi pengawas ad hoc tingkat kecamatan sekitar 20 persen. “Kami selalu memberikan sosialisasi tentang bagaimana kami memperhatikan gender, dan mengundang perempuan-perempuan di Jember untuk menjadi pengawas. Kami sosialisasikan agar perempuan ikut berkontribusi menjadi pengawas,” kata Andhika. [wir/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar