Politik Pemerintahan

Kaum Muda Mojokerto Bidik 10 Orang Kaum Milenial

Mojokerto (beritajatim.com) – Tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2020 sudah dimulai, sejumlah figur calon pemimpin mulai menampakan diri untuk diusulkan menjadi Calon Bupati atau pun Calon Wakil Bupati. Mulai dari istri mantan Bupati Mojokerto, Ikfina Kamal Pasa sampai dengan Plt Bupati Mojokerto, Pungkasiadi.

Koordinator Gagas Millenial, Moh Aqib Ma’rufin mengatakan, dari sekian nama yang muncul masih belum ada yang mewakili suara milenial. “Nama-nama yang muncul banyak diisi orang-orang lama yang sudah pernah atau saat ini masih menduduki posisi penting di Pemkab Mojokerto,” ungkapnya, Senin (9/12/2019).

Dari data jumlah penduduk Kabupaten Mojokerto, lanjut Aqib, generasi milenial jumlahnya hampir 50 persen dari total penduduk yang ada di wilayah bekas Kerajaan Majapahit tersebut. Padahal Kabupaten Mojokerto membutuhkan energi ekstra untuk mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain di Jawa Timur.

“Kita bisa mencontoh Banyuwangi yang berhasil disulap oleh Azwar Anas menjadi Kota Wisata, Trenggalek yang juga sudah mulai bergerak dengan smart center, belum lagi Surabaya dengan penggunaan kemajuan teknologi dalam menjalankan sendi pemerintahannya,” katanya.

Kabupaten Mojokerto sudah saatnya mengejar ketertinggalan tersebut. Setelah mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP) fokus untuk percepatan pengembangan infrastruktur, maka ini saatnya Kabupaten Mojokerto mengeluarkan ide-ide kreatif untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi Presiden Jokowi sudah mengeluarkan Perpres mengenai Percepatan Pembangunan Gerbang Kertasusila. Kebijakan percepatan pembangunan ini harus ditangkap, dengan melakukan kebijakan yang out of the book, kreatif dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mempercepat sosialisasi maupun mobilisasi masyarakat,” tuturnya.

Untuk itu dibutuhkan tenaga dan cara pandang baru yang bisa membawa pemerintahan Kabupaten Mojokerto lebih taktis, cekatan serta tanggap terhadap perubahan yang ada di era kemajuan teknologi informasi. Karakter ini, tegas Aqib, hanya dimiliki oleh generasi muda yang melek dengan perubahan dan kemajuan yang ada.

“Generasi muda inilah yang mengetahui potensi serta persoalan mayoritas warga milenial yang berjumlah hampir 50 persen dari total penduduk Mojokerto. Seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo saat memilih menteri maupun jajaran staf khususnya yang diisi oleh wajah tokoh millenial,” ujarnya.

Sebut saja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Nadiem membuat gebrakan dengan membuat gojek yang terbukti membantu membuka lapangan kerja, sekaligus memudahkan memenuhi kebutuhan masyrakat yang tentunya juga meningkatkan kesejahteraan secara umum.

“Oleh karena itu, sudah saatnya milenial menjadi lokomotif dalam perjalanan Pemkab Mojokerto kedepannya. Sebenarnya banyak kaum milenial yang pantas menjadi lokomotif tersebut. Ada 10 orang di Kabupaten Mojokerto yang merupakan representasi generasi milenial yang telah terbukti berprestasi di bidangnya masing-masing,” urainya.

Seperti Moh Afif (Kades Pesanggrahan), Gus Ali M Nasih (Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto), Iwan Abdillah (Camat Jetis), Firman Efendi (Ketua KONI Kabupaten Mojokerto), Nalurita Priswiandini (Camat Puri), Miftahuddin (Kades Medali), Cintya Handy (Penerima Anugerah Pemuda Utama Jawa Timur), Amiruddin, M Afifudin Sya’roni dan Hadi Fatkhur Rahman (Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto).

“Generasi muda ini perlu didorong dan diberi kesempatan untuk memimpin ibukota Kerajaan Majapahit ini. Sebagaimana, Hayam Wuruk, raja Majapahit yang berhasil melakukan menyatukan Nusantara bersama patih Gajahmada, memerintah Kerajaan terbesar di Nusantara tersebut dalam usia masih muda,” paparnya.

Gagas Milenial adalah himpunan pemuda dari berbagai latar belakang yang ingin memberikan sumbangsih untuk kemajuan Mojokerto. Diantara anggota kelompok ini adalah akademisi muda, peneliti, aktifis sosial, pegiat literasi, pekerja sosial serta pengusaha muda.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar