Politik Pemerintahan

Pilkada Serentak 2020

Kata Pengamat Tentang Tumbangnya Petahana dan Calon Independen di Jatim

Abdul Kodir

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat Sosial Politik Abdul Kodir menilai bahwa tumbangnya Petahana dan Calon Independen/Perseorangan pada Pilkada serentak di Jatim tahun 2020 tidak hanya didasarkan pada satu variabel saja.

Menurut Abdul Kodir, banyak variabel yang membuat Petahana baik kepala daerah atau wakil kepala daerah tumbang pada kontestasi di Pilkada serentak. Penilaian kinerja selama periode kepemimpinan cenderung menjadi tolok ukur utama pemilih menentukan pilihannya.

Jika pun petahana mampu melakukan kinerja yang dinilai baik, bisa jadi petahana tersebut kurang mampu mengoptimalkan agregasi sosial politiknya pada visi, misi dan program untuk meyakinkan pemilih saat kampanye. “Secara sederhana kinerjanya kurang delivered kepada pemilih sehingga tidak bisa dikonversi optimal menjadi elektabilitas,” tutur alumnus Sosiologi Unair (Universitas Airlangga) ini, Sabtu (19/12/2020).

“Yang menarik kehadiran tiga paslon Independen pada kontestasi pilkada serentak di Jatim. Yaitu Jember, Kabupaten Malang dan Lamongan, ketiganya belum mampu menjawab tantangan dominasi partai politik. Efektifitas mesin parpol dalam pilkada sampai saat ini masih cukup efektif mengusung dan memenangkan pasangan calon,” lanjut mantan Presiden BEM FISIP Unair ini.

Dosen di Universitas Negeri Malang ini melanjutkan, mesin parpol akan cenderung efektif saat pilkada ketika stakeholders partai yang menjadi anggota dewan baik di tingkat RI, Propinsi dan Kab/Kota agresif mengkampanyekan paslon dari parpol. Nah, variabel ini menurut Abdul Kodir yang hampir tidak dimiliki oleh calon independen.

Stakeholders yang cakap dan memiliki pengalaman mengelola basis serta teruji cenderung dimiliki oleh parpol. Selain tanpa dukungan mesin partai politik, faktor Party ID juga menjadi salah satu penentu. “Bagaimanapun pada tingkat grassroots. Artinya strong voters Partai ID masih cukup ekuivalen dengan calon pilihan parpol,” ungkapnya.

Sebanyak 19 Kab/Kota di Jatim mengadakan pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Lima kepala daerah tumbang pada Pilkada Jember, Kab. Blitar, Kab. Mojokerto, Ponorogo dan Kota Pasuruan. Petahana Wakil kepala daerah yang juga tumbang terjadi di Gresik, Lamongan, Kab. Blitar, Pacitan, Banyuwangi dan Situbondo. [tok/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar