Politik Pemerintahan

Kasus Rilis Real Count, SCG Juga Akan Dilaporkan ke Bawaslu RI

Surabaya (beritajatim.com) – Doni Istyanyo Hari Mahdi, pelapor dalam kaitan rilis real count TPS yang digelar oleh SCG Research and Consulting di Surabaya beberapa waktu lalu mengungkapkan jika Ia akan kembali melaporkan masalah ini ke Bawaslu RI.

“Kami sudah lengkapi kekurangan saksi sebagai persyaratan pada hari Kamis lalu, namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut. Seharusnya bawaslu tidak perlu menunggu laporan masyarakat apalagi sampai memerlukan saksi segala, karena pelanggarannya ini kan diketahui masyarakat melalui media online dan cetak. Lembaga survey yang tidak terdaftar boleh melakukan survey/QC, tetapi tidak boleh menyebarkannya ke publik,” kata Doni, Senin (6/5/2019).

“Dalam Minggu ini kami akan meneruskan laporan ke Bawaslu Pusat,” tambahnya.

Doni mengaku heran dengan sikap Bawaslu Surabaya yang hingga kini belum memproses laporannya. “Saya heran dengan Bawaslu Surabaya, yang hanya karena laporan gak jelas dalam hitungan tidak sampai 24 jam sejak pengkuan diterimanya aduan masyarakat, langsung memutuskan untuk hitung ulang seluruh TPS di Surabaya, tetapi terhadap pelanggaran yang terpublikasi di seluruh media massa kok malah tampak lambat, sampai harus menunggu laporan masyarakat segala,” tegasnya.

Sebelumnya, SCG dilaporkan oleh Doni Istyanto Hari Mahdi. Pelapor yang mengatasnamakan masyarakat ini mengungkapkan bahwa laporannya berkaitan dengan dugaan pelanggaran survei hasil Pemilu.

“SCG ini tidak berhak merilis hasil real count. Karena hasil real count ini adalah domainnya KPU. Bukan menjadi hak lembaga survei manapun untuk menggunakan istilah real count. Dikhawatirkan, apabila nanti ada perbedaan, maka bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak perlu. Misalkan, ada partai yang perolehannya lebih besar daripada hasil rilis SCG. Kan bisa memunculkan saling curiga,” ujar Doni kepada beritajatim.com.

Selain itu, Doni juga menuding bahwa hasil yang dirilis oleh SCG diduga memiliki keberpihakan khusus kepada salah satu partai politik tertentu. “Ini kan tidak boleh,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Surabaya Consulting Group (SCG) Didik Prasetiyono terkesan menanggapi dengan enteng laporan Doni Istyanto Hari Mahdi. Dono menuding hasil survei lembaga yang dipimpinnya bakal memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Dikonfirmasi, Didik Prasetiyono justru berbalik menanyakan soal maksud dan tujuan laporan Doni Istyanto Hari Mahdi. Ini laporan tentang apa? Tidak mempercayai metodologi survei?,” tanyanya. (ifw/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar