Politik Pemerintahan

Kasus Kematian Covid-19 di Surabaya Turun dari 185 Jadi 85 Per Hari

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus angka kematian COVID-19 di Surabaya per 25 Juli 2021 tercatat ada 27 orang. Untuk kasus kematian yang dimakamkan dengan standar protokol kesehatan kini sudah di bawah 100 orang. Jumlah itu pun menurun selama perpanjangan PPKM Level 4 kurang dari sepekan ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, jumlah tersebut sudah menurun. Dari jumlah sebelumnya sebanyak 180 orang meninggal yang dimakamkan sesuai prokes di Surabaya, kini menjadi 85 orang per hari.

“Sudah menurun, 85 dari 180 per hari,” kata Eri.

Berdasarkan data dari https://lawancovid-19.surabaya.go.id/ selama sepekan perpanjangan PPKM terjadi penurunan pada kasus COVID-19 meninggal hanya di pada 25 Juli. Sedangkan sejak 21-24 Juli mengalami kenaikan.

Berikut data kasus meninggal saat perpanjangan PPKM di Surabaya:

21 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.485 naik 0,88 % atau 13

22 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.507 naik 1,5% atau 22

23 Juli 2021kumulatif meninggal 1.539 naik 2,1% atau 32

24 Juli 2021 kumulatif meninggal 1.580 naik 2,7% atau 41

25 Juli 2021kumulatif meninggal 1.607 naik 1,7% atau 27

Sedangkan untuk BOR RS di Surabaya disebut sudah turun sejak PPKM diberlakukan. Dari sebelumnya 90%, kini sudah turun sekitar 7%.

“Kalau di Surabaya juga turun dari 90% ke 83an%. Karena banyak RS yang kita buka (seperti RS Lapangan),” ujarnya.

Eri mengatakan, jika melihat BOR di Surabaya sedikit susah. Sebab, pasien yang dirawat di RS Surabaya bukan hanya warga Kota Pahlawan.

“Surabaya kalau diliat BOR-nya agak susah. Ini orang Surabaya saja atau tidak. Jangan dilihat Surabaya dari BOR RS, agak susah. Karena RS di Surabaya bukan hanya untuk warga Surabaya, sebab Surabaya ibu kota provinsi, yang semuanya ketika berat lari ke sini,” pungkasnya.[way/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar