Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kapten Pelayaran Jadi Direktur Utama Perusahaan Daerah Perkebunan Jember

Moh. lzmaul Haqqi, calon direktur PDP Jember terpilih [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Kapten Sofyan Sauri, mantan kapten pelayaran, menjadi direktur utama Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk masa jabatan 2021-2026.

Selain Sofyan, Moh. lzmaul Haqqi terpilih menjadi Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan, dan Leny Puspitasari terpilih menjadi Direktur Umum dan Keuangan. Mereka kini tinggal menunggu pelantikan oleh Bupati Hendy Siswanto.

Mereka telah melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi yang dilakukan tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seleksi rekam jejak kelakuan baik, dan tes wawancara makalah. “Dari informasi rekam jejak kami ambil yang paling clear. Mencari ideal memang sangat sulit. Tapi kami mencari yang paling clear, yang tidak punya interest apa-apa, yang memang bukan orang mencari pekerjaan. Mereka orang yang sudah punya pekerjaan yang ingin membangun,” kata Ketua Panitia Seleksi Yuli Witono, Rabu (13/10/2021).

Menurut Yuli, persoalan di tubuh PD Perkebunan Kahyangan sangat berat. Jadi dibutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya mumpuni pada urusan teknis. Panitia seleksi menyerahkan tiga nominator direksi utama, lima nominator direktur produksi dan pemasaran, dan tiga direktur keuangan. “Kemudian kami serahkan ke bupati. Nah tugas kami sampai di situ. Masalah siapa yang dipilih, itu kewenangan bupati,” katanya.

Yuli mengatakan, proses pemilihan direksi PD Perkebunan Kahyangan ini sama sekali tanpa intervensi bupati. “(Bupati mengatakan,) ‘sudah, bagaimana pansel menilai secara obyektif, saya tidak titip siapapun. Terserah pansel’,” katanya.

Pernyataan Bupati Hendy Siswanto ini melegakan panitia seleksi. “Pansel bekerja sangat selektif, sangat cermat, hati-hati. Tidak ada pesanan apapun. Itu yang membuat kami tenang. Tidak berada dalam tekanan,” kata Yuli.

Terpisah, Bupati Hendy mengatakan, PD Perkebunan sebenarnya bisa surplus jika dikelola baik. “Karena sudah lima tahun lebih ini tidak ada pengembangan atau penanaman bibit baru, tanaman yang kita miliki tua semua. Tidak ada produksi lagi repot. Kita harus tanam lagi untuk lima tahun. Tapi kita punya bahan baku cukup, aset dan tanaman berproduksi yang kita miliki banyak. Cuma panennya berkala,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar