Politik Pemerintahan

Kapolresta Mojokerto : Sungai Brantas Bisa Menjadi Ancaman dan Potensi

Mojokerto (Beritajatim.com) – Untuk menjaga ketersediaan air dan ekosistem yang ada, Polresta Mojokerto menaburkan benih ikan di Sungai Brantas. Sebanyak 10.000 benih ikan lele dan nila ditebar di sungai terpanjang di Jawa Timur yang melintasi sejumlah kabupaten/kota termasuk Mojokerto.

Bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan bersama Pejabat Utama (PJU) Polresta Mojokerto naik perahu karet susur Sungai Brantas. Dengan start di Jogging Track (JT) di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Rombongan dengan tiga perahu karet ini menyusuri Sungai Brantas hingga DAM Rolak 9 di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 10.000 benih ikan lele dan nila ditebar. Kegiatan ini juga dalam rangka memastikan kondisi air di Sungai Brantas yang merupakan kebutuhan esensial masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan. “Sungai Brantas yang merupakan salah satu kebutuhan esensial dari masyarakat karena ini, digunakan juga untuk kebutuhan sehari-hari. Beberapa perusahaan mengambil air permukaan untuk kegiatan produksi sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (27/7/2021).

Namun, lanjut mantan Kapolres Pasuruan ini, ada juga beberapa perusahaan memiliki potensi untuk mencemari Sungai Brantas. Pihaknya ingin memastikan bahwa Sungai Brantas aman dari pencemaran lingkungan sehingga sebanyak 10.000 benih ikan lele dan nila ditabur di Sungai Brantas.

“Ini juga dalam rangka memberikan potensi ketahanan pangan untuk masyarakat, beras sudah dibagikan oleh pemerintah. Lauk-pauknya nanti masyarakat cukup dengan kail mencari cacing di kanan kiri rumah kemudian sambil melaksanakan belajar secara virtual mahasiswa dan siswa sembari mencari ikan di Sungai Brantas,” katanya.


Masih kata Kapolresta, hal tersebut dilakukan sembari menunggu proses yang dilakukan oleh pemerintah terkait mitigasi bencana non alam yakni pandemi Covid-19. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sungai. Sedikitnya ada beberapa perusahaan di wilayah hukum Polresta Mojokerto yang memanfaatkan Sungai Brantas.

“Kita melihat tadi yang kita lewati itu lebih dari 3 titik perusahaan besar yang memanfaatkan air permukaan di sungai ini, nanti akan kita tindak lanjuti lagi dengan kegiatan rutin kita. Semoga ini menjadi warning buat seluruh masyarakat yang memanfaatkan sungai air permukaan ini yang merupakan salah satu kebutuhan esensial mereka,” ujarnya.

Kapolresta meminta agar semua bisa menjaga Sungai Brantas. Jangan sampai tercemar dan jangan sampai sungai menjadi tempat pembuangan sampah sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk menjadi salah satu bagian sumber ketahanan pangan. Seperti ikan yang merupakan protein dari hewani karena sungai tercemar.

“Kondisi air Sungai Brantas bukan menjadi bagian saya, namun nanti saya akan komunikasi juga dengan dinas terkait. Ada Dinas Lingkungan Hidup, kemudian Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Perum Jasa Tirta untuk mengaktifkan kegiatan yang berhubungan dengan air. Kita punya fasilitas kapal, kita akan komunikasi dengan pimpinan lainnya,” tegasnya.

Kapolresta menambahkan, Sungai Brantas memiliki potensi sungai, namun juga bisa menjadi ancaman karena kedalaman, luas dan panjangnya. Namun hal tersebut bisa menjadi sebuah peluang jika dioptimalkan bisa menjadi potensi yang bisa menopang kebutuhan masyarakat sekitar.

“Bisa menjadi potensi wisata sumber makanan protein hewani, bisa menjadi salah satu lokasi membangun keramba-keramba. Masyarakat bisa berternak ikan dengan hanya bermodal keramba-keramba yang memanfaatkan Sungai Brantas,” pungkasnya. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar