Politik Pemerintahan

Kapolresta Mojokerto: Premanisme dan Antisipasi Lonjakan Covid-19 Jadi Atensi

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat memimpin Apel Jam Pimpinan di Lapangan Patih Gajah Mada Polresta Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Premanisme dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjadi atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut disampaikan Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi saat memimpin Apel Jam Pimpinan di Lapangan Patih Gajah Mada Polresta Mojokerto.

“Alhamdulillah, tentunya kita ucapkan karena pagi hari ini kita bisa melaksanakan Apel Jam Pimpinan dan terima kasih atas pelaksanaan pengelolaan Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Mojokerto dalam minggu ini yang kondusif,” ungkapnya, Senin (14/6/2021).

Dalam arahannya, mantan Kapolres Sumenep ini menyampaikan atensi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah mengeluarkan instruksi untuk menindak aksi premanisme dan pelaku kejahatan konvensional lainnya yang meresahkan masyarakat. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Jokowi.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat memimpin Apel Jam Pimpinan di Lapangan Patih Gajah Mada Polresta Mojokerto. [Foto: istimewa]

“Demi Program Harkamtibmas di Program Presisi ini, manfaatkan aplikasi Dumas Presisi dan layanan Hotline 110 untuk merespon cepat dan ambil langkah-langkah apabila ada pengaduan dari masyarakat terkait gangguan kriminalitas yang dilakukan para preman, pelaku curas, tukang palak, peras dan para pelaku kejahatan konvensional lainnya,” katanya.

Orang nomor satu di wilayah hukum Polresta Mojokerto ini menegaskan, agar memberantas aksi premanisme khususnya di wilayah hukum Polresta Mojokerto. Selain itu, lanjut Kapolresta, pandemi belum berakhir dan sejumlah daerah di Jawa Timur terjadi lonjakan penyebaran Covid-19. Seperti di Bangkalan.

“Antisipasi penyebaran dan upaya pencegahan dengan mengoptimalkan 3T dan meningkatkan pelaksanaan Operasi Yustisi serta Himbauan Protokol Kesehatan 5M sekaligus bagi masker dan bagi Sembako di lingkungan PPKM Mikro harus terus ditingkatkan. Seperti yang disampaikan Kapolri, ‘Lebih baik berbuat dan menuai risiko, daripada tidak berbuat berbuah risiko’,” tegasnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar