Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan, Politik Pemerintahan

Kantor PN dan Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Lockdown

Kantor PN Mojokerto di Jalan RA Basoeni Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Dua kantor di Jalan RA Basoeni Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto lockdown menyusul pegawai di dua kantor tersebut terpapar Covid-19. Kedua kantor tersebut yakni kantor Pengadilan Negeri (PN) dan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto.

Kantor PN Mojokerto lockdown sejak, Kamis (1/7/2021) kemarin hingga Senin (5/7/2021) besok menyusul Kepala PN Mojokerto dan dua pegawainya positif Covid-19. Sementara di kantor Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto lockdown mulai, Jumat (2/7/2021) karena satu pegawai fungsional juga positif Covid-19.

Kedua kantor tersebut berada satu jalur, namun terpisah dua kantor lainnya. Yakni kantor Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto. Jalan RA Basoeni merupakan kawasan perkantoran dan akses masuk Kota Mojokerto.

Salah satu karyawan PN Mojokerto, Budi Suyanto mengatakan, kantor PN Mojokerto lockdown mulai Kamis sampai Senin. “Selasa baru masuk. Karena Covid-19. Yang terpapar, ada tiga orang. Hakim satu orang sama dua pegawai. Pegawai tetap kerja, kalau bisa dikerjakan di rumah yang dikerjakan di rumah,” ungkapnya.

Masih kata Budi, untuk pekerjaan yang harus dikerjakan di kantor maka pegawai tetap masuk. Hanya dihimbau tidak melakukan kerumunan sehingga meski dilakukan lockdown, aktivitas masih berlangsung namun hanya beberapa pegawai saja. Kadang dua sampai lima orang pegawai, namun tidak sampai sehari penuh mereka di kantor.

“Dua pegawai dan satu orang hakim. Hari Rabu, diketahui ketiganya positif Covid-19 sehingga, Kamis kemarin dilakukan swab terhadap semua pegawai. Untuk hasil swab semua pegawai belum keluar, untuk kedua pegawai yang positif Covid-19 tersebut memang satu ruangan,” katanya.


Sementara itu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto, Sudirman mengatakan, di Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto ada satu pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. “Sejak kemarin, ada pejabat struktural satu orang setelah melakukan pemeriksaan, hasilnya positif,” ujarnya.

Kebijakan lockdown dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 tidak sampai meluas di kantor pelayanan tersebut. Pihak Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto langsung mengirim surat ke Bupati Mojokerto untuk meminta lockdown dan dilakukan swab terhadap semua pegawai, tenaga honorer hingga siswa PKL.

“Kami takut atas situasi seperti itu, khawatir ada penyebaran di staf yang lain sehingga kita mengajukan untuk dilakukan swab. Alhamdulillah, disikapi cepat. Surat dikirim kemarin dan hari ini, dilaksanakan swab semua. Hasilnya baru diketahui besok. Awalnya hanya satu orang, lockdown mulai hari ini kemungkinan sampai tanggal 10,” tuturnya.

Sehingga pelayanan di Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto ditutup sementara. Namun staf dan pegawai bekerja seperti biasa sehingga aktivitas pegawai masih tetap. Hanya pelayanan yang sebelumnya sudah dilakukan secara online ditutup sementara, layanan Whatsapp (WA) di non aktifkan.

“Rabu dinyatakan positif, kemarin yang bersangkutan memberitahu kantor dan hari ini dilakukan lockdown. Awalnya tahu, yang bersangkutan sakit panas dan batuk kering kemudian inisiatif periksa dan hasilnya positif. Tadi yang swab, pegawai 37 orang, tenaga honorer 22 orang dan anak PKL ada 17 siswa,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar