Politik Pemerintahan

BI Jatim Apresiasi Elektrifikasi Transaksi

Kanal Pembayaran Non Tunai Pamekasan Capai Angka 84 Persen

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Dafi Achmad Johansyah mengapresiasi pelaksanaan elektrifikasi transaksi dengan cara non tunai yang dilakukan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Launching Implementasi Layanan Pembayaran Non Tunai Sistem Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) dan Transaksi Elektronik di Kompleks Pasar 17 Agustus Jl Pintu Gerbang, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kamis (12/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Totok Hartono, jajaran Pimpinan Bank Jatim, utusan OJK, serta jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pamekasan.

“Pencapaian untuk transaksi elektronik di Pamekasan sangat bagus, kanal pembayaran atau cara pembayaran non tunai juga berjalan bagus. Bahkan mencapai prosentase sebesar 84 persen dari total 14 item yang menjadi target transaksi non tunai,” kata Kepala Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur, Dafi Achmad Johansyah.

Selain itu, belanja pendapatan dan retribusi yang dilakukan dengan cara serupa (non tunai) juga berjalan cukup bagus. “Tidak kalah penting dari semua itu, ternyata juga ada beberapa kegiatan (di lingkungan pemkab Pamekasan) yang sudah menggunakan transaksi non tunai,” ungkapnya.

“Pertama ada SP2D online juga sudah dilaksanakan, kemudian gaji atau perol juga sudah dilaksanakan. Transaksi pengeluaran sudah menerapkan program non tunai, termasuk perol untuk BUMD juga sudah non tunai. Hal ini tentunya menjadi hal positif demi mewujudkan target Pamekasan Smart City,” sambung suksesor Benny Siswanto.

Dari itu, pihaknya menyarankan agar Pemkab Pamekasan segera membuat kartu khusus semisal Pamekasan Card maupun jenis kartu ainnya. “Sebab dengan adanya kartu itu, nantinya juga bisa digunakan untuk aneka macam kebutuhan transaksi. Di antaranya untuk belanja, angkot, cukur rambut, rumah makan, pajak dan lainnya,” jelasnya.

“Namun soal teknis bisa diatur melalui program kerjasama biar lebih praktis, salah satunya bisa dengan bekerjasama dengan Bank Jatim untuk pembuatan kartu Pamekasan Card. Sehingga manfaatnya dapat segara dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar