Politik Pemerintahan

Kampung Tangguh Semeru Desa Kembangan Gresik, Siap Perangi Covid-19

Gresik (beritajatim.com) – Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, kini resmi menjadi ‘Kampung Tangguh Semeru’. Dengan menyandang status tersebut, Desa Kembangan siap memerangi Covid-19.

Kepala Desa (Kades) Kembangan Ngadimin mengatakan, sebelum dilaunching sebagai kampung tangguh semeru, 75 warga desanya masuk dalam kategori orang dalam resiko (ODR). Hal ini dikarenakan mereka datang dari berbagai daerah. Agar kasus covid tidak terus merebak, di setiap RW ada 10 cek point yang telah disiapkan untuk memantau pergerakan warga. “Di setiap RW kami siapkan cek point sesuai prosedur Covid-19,” katanya, Rabu (17/06/2020).

Sebelum menjadi kampung tangguh semeru, di desa tersebut ada 7 warga yang terpapar positif. Dari jumlah itu, 5 orang masih dalam perawatan dan 2 orang sudah dinyatakan sembuh.

Sementara, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengapresiasi Desa Kembangan yang masuk menjadi kampung tangguh semeru. Sebab, perkembangan Covid-19 dari hari ke hari tidak semakin berkurang. “Jika membaca kurva perkembangan kasus ini tidak semakin menurun. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan kampung tangguh semeru ini kasus covid bisa ditekan,” ujarnya.

Sambari menambahkan, kendati pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III telah berakhir. Namun, bukan berarti warga beraktivitas seenaknya. Sebaliknya, warga harus lebih berdisplin mengkedepankan protokol kesehatan.

“Tidak berarti PSBB berakhir aktivitas kita seenaknya. Justru ini bisa menjadi semangat untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Terkait dengan tambahan kampung tangguh semeru di Desa Kembangan. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menuturkan, pihaknya mendorong kesadaran serta kewaspadaan disiplin pribadi melalui kampung tangguh ini. “Keberadaan kampung tangguh semeru diharapkan bisa menyelesaikan kasus Covid-19n,” tuturnya.

Kampung tangguh semeru Desa Kembangan tersebut lanjut Arief, melengkapi 49 desa dan kelurahan yang masuk sebagai pilot project. Setelah Desa Kembangan diharapkan ada desa lain yang menyusul.

“Dari 49 desa dan kelurahan itu kita kejar terus dalam rangka mendorong kesadaran masyarakat keluar dari zona merah. Termasuk diantaranya memperkuat cek point di tingkat RT dan RW,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar