Politik Pemerintahan

Kampanyekan Petahana, KASN: Camat Tanggul Jember Langgar Netralitas

Jember (beritajatim.com) – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyatakan, Camat Tanggul Muhammad Ghozali di Kabupaten Jember, Jawa Timur, bersalah telah melanggar netralitas pejabat negara dalam pemilihan kepala daerah.

Pelanggaran Ghozali ini ditegaskan dalam surat kepada Bupati Jember bernomor R-988/KASN/3/2020 tertanggal 17 Maret 2020. Tembusan surat ini diterima Badan Pengawas Pemilu Jember, Senin (18/5/2020) kemarin. “Surat ini merupakan tindak lanjut atas surat Bawaslu ke KASN tertanggal 26 Februari 2020,” kata Humas Bawaslu Jember Devi Aulia Rahim, Selasa (19/5/2020).

Dalam surat tersebut, Komisi ASN merekomendasikan empat hal kepada Bupati Jember. Pertama, menjatuhkan hukuman disiplin sedang kepada Ghozali sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil kepada ASN.

Kedua, menyampaikan hasil pemeriksaan dan tindak lanjut penjatuhan sanksi terhadap ASN yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku serta netralitas ASN kepada KASN. Ketiga, melakukan pengawasan dan mengimbau segenap ASN di lingkungan kerja untuk tetap menjaga netralitas dalam berbagai kegiatan. Keempat, memberikan tindakan tegas terhadap ASN yang melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku serta netralitas.

Ketua Bawaslu Jember Thobrony Pusaka menjelaskan, pihaknya akan mengawal tindak lanjut rekomendasi KASN ini. “Karena Komisi ASN meyatakan bahwa rekomendasi segera dilaksanakan dan dilaporkan pelaksanaan tindak lanjutnya dalam waktu paling lambat 14 hari terhitung sejak diterimanya rekomendasi tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sebuah klip berdurasi 21 detik menjadi viral di media sosial warga Kabupaten Jember mempertontonkan Muhammad Ghozali sedang mengajari seorang perempuan tua difabel agar mengucapkan ‘salam dua periode’ untuk bupati. Video tersebut dibuat, saat Ghozali menyalurkan bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Jember kepada perempuan tua difabel warga Desa Kramat Sukoharjo pada 13 Februari 2020.

Ghozali menuntun ucapan perempuan tua tersebut dan beberapa kali mengoreksinya. Ia didampingi seorang pria lainnya. “Terima kasih, Pak Bupati,” kata perempuan itu.

“Ibu,” sahut Ghozali mengoreksi.

Perempuan tua itu pun membetulkan pernyataannya: “Ibu Bupati atas bantuannya, terima kasih banyak.”

Lalu Ghozali melanjutkan ucapannya yang ditirukan sang perempuan itu. “Semangat Bu, salam dua periode.” Tangan kiri si perempuan tua mengacungkan jempol dan dua jari tangan kanannya membentuk V.

Belakangan, Ghozali mengakui video tersebut. “Pikiran saya lagi, kan belum masa penetapan calon. Tapi sudahlah. Yang penting saya tidak ada niatan itu,” katanya.

Ghozali berharap tidak ada lagi pejabat pemerintah daerah yang terlibat dukung-mendukung calon bupati di Kabupaten Jember. “Memang karena peraturan seperti ini, semua harus hati-hati. Memang tidak etis misalkan kalau ada ASN seperti itu, lebih-lebih pejabat,” katanya usai diperiksa Bawaslu Februari lalu. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar