Politik Pemerintahan

Kampanye ‘Tenggelamkan PKS’ Gagal di Jember

Jember (beritajatim.com) – Keberhasilan mempertahankan enam kursi di DPRD Jember, Jawa Timur, membuat Partai Keadilan Sejahtera bersyukur. Ini bagian dari keberhasilan pengurus dan kader partai menghadapi kampanye ‘Tenggelamkan PKS’ selama masa pemilu.

Kampanye tersebut dirasakan benar oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah PKS Jember Nur Hasan. “Fitnah yang paling mendasar adalah penggiringan opini yang secara massif baik oleh media massa dan tidak ketinggalan media sosial yang cukup masih mengidentifikasikan PKS dengan Islam garis keras,” katanya.

Identifikasi tersebut membuat PKS harus bekerja lebih keras di Jawa Timur, termasuk Jember, yang mayoritas dihuni warga Nahdlatul Ulama. “Kami mengoptimalisasi kader dan struktur partai, memastikan mereka bergerak sesuai kapasitas masing masing dengan satu tujuan berjuang untuk kemenangan PKS,” kata Nur Hasan.

Selain itu, DPD PKS Jember memilih calon legislator yang bisa diterima masyarakat, baik di lingkungan sendiri dan di daerah pemilihan masing-masing. “Kami juga membuat model-model kampanye yang partai lain tidak akan kepikiran, misalnya flash mob di pinggir jalan,” kata Nur Hasan.

Namun, menurut Hasan, yang paling banyak membantu adalah kampanye ide dan gagasan seperti perjuangan untuk memberlakukan surat izin mengemudi seumur hidup, penghapusan pajak motor seumur hidup, maupun pemberlakuan non pajak untuk gaji di bawah Rp 8 juta. “Ide dan gagasan itu cukup menjadi perhatian publik, sehingga perolehan PKS secata nasional cukup fenomenal,” katanya.

Ketua DPD PKS Jember Ahmad Rusdan menyebut kendati bertahan dengan enam kursi, terjadi penurunan suara dari 108.561 suara pada 2014 menjadi 103.093 pada 2019. “Banyak faktor mempengaruhi, di antaranya sistem pemilu yang agak beda dan pemilih mengalami kesulitan (karena banyaknya surat suara yang harus dicoblos dalam satu waktu, red),” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar