Politik Pemerintahan

Kali Keempat, Kota Mojokerto Raih Penghargaan Kota Layak Anak

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri penerimaan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati secara daring. [foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto meraih Penghargaan Kota Layak Anak (KLA) untuk kali keempat, Kamis (29/7/2021). Di tahun 2021 ini, kota dengan tiga kecamatan ini meraih Penghargaan Tingkat Madya untuk kedua kalinya.

Kota Mojokerto merupakan salah satu KLA yang menjamin pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan. Sehingga Wali Kota Mojokerto komitmen menjamin hak-hak anak di Kota Mojokerto agar terpenuhi secara menyeluruh.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, menghadiri penerimaan Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati secara daring.

Penghargaan prestisius ini diberikan dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional 2021 dan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati kepada Ning Ita (sapaan akrab Wali Kota, red). Penghargaan KLA diberikan sejak 2006.

“Namun pada tahun 2020 lalu sempat ditiadakan akibat adanya pandemi Covid-19. Besar harapan kami bahwa daerah yang telah mendapatkan prestasi baik, dapat menjadi inspirasi dan dapat membagikan praktik baiknya bagi daerah lain. Sehingga kita dapat bergerak bersama menuju Indonesia maju,” tegasnya.

Menurutnya, KLA diberikan kepada daerah yang memiliki komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tim dari kementerian lembaga dan tim independen.

“Evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian kinerja pelaksanaan 24 indikator. Upaya pemenuhan hak anak memerlukan komitmen yang kuat, tidak hanya ibu dan ayah, akan tetapi orang dewasa yang ada dalam keluarga. Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” katanya.

Namun jika seluruh keluarga di Indonesia memahami dan mendukung pemenuhan hak anak dalam keluarga masing-masing. I Gusti Ayu meminta agar hak anak sebagai prioritas utama untuk mendukung tumbuh kembangnya.

“Untuk itu pemerintah daerah juga didorong melakukan berbagai kebijakan, program, dan kegiatan yang menjamin agar hak-hak anak dapat dipenuhi sebagaimana amanat konstitusi” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto telah berkomitmen untuk memenuhi hak dan perlindungan anak dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai KLA. “Ini menunjukkan betapa pentingnya mengatasi masalah anak,” tuturnya.

Karena, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, anak adalah masa depan bangsa dan negara sehingga masalah yang terkait dengan hak anak menjadi tanggung jawab semua institusi. Ning Ita menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak.

“Penghargaan ini tak lepas dari peran serta OPD, Forum Anak, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media massa serta anak-anak Kota Mojokerto yang ikut ambil bagian dalam mewujudkan pembangunan Kota Mojokerto. Penghargaan ini harus kita jadikan semangat untuk terus mewujudkan KLA di kota Mojokerto tercinta kita,” ucapnya.

Pemkot Mojokerto berkomitnen penuh dalam melaksanakan KLA. Dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang KLA sebagai payung hukum untuk menjamin hak-hak anak Kota Mojokerto. Melalui Perda ini Pemkot Mojokerto menjamin hak-hak anak di Kota Mojokerto.

Diantaranya, hak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan. Hak untuk beribadah menurut agamanya dan hak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial.

Evaluasi Kota Layak Anak dilakukan setiap tahun dengan tujuan agar Pemerintah Pusat mengevaluasi langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan hak anak dan perlindungan khusus anak di masing-masing daerah.

Keberhasilan pelaksanaan Kota Layak Anak selanjutnya akan mendorong terwujudnya Provinsi Layak Anak (PROVILA) menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030.

Sebelumnya, Kota Mojokerto untuk kali pertamanya mendapatkan penghargaan predikat Kota Layak Anak pada tahun 2017. Saat itu, pemerintah daerah menerima penghargaan pada Tingkat Pratama, disusul pada tahun 2018, penghargaan serupa dengan tingkatan yang sama.

Pada tahun 2019, Kota Mojokerto mendapatkan peningkatan capaian berupa penghargaan pada Tingkat Madya. Di saat yang bersamaan, Forum Anak Kota Mojokerto juga menerima penghargaan dari Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai juara 2 tiktok challenge tingkat Provinsi Jawa Timur. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar