Politik Pemerintahan

Kalender PDAM Jember Dilaporkan ke Bawaslu

Jember (beritajatim.com) – Kalender tahun 2019 yang diterbitkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu setempat.

Kalender satu halaman tersebut memampang foto Dokter Gigi Abdul Rohim, suami Bupati Faida yang juga calon legislator DPR RI dari Partai Nasional Demokrat. Selain Rohim, di kalender itu juga ada foto Bupati Faida, Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, dan Direktur PDAM Adi Setiawan. Kalender ini dibagikan kepada pelanggan PDAM.

Sudarsono, pelapor yang juga koordinator Indonesia Bureaucracy Watch, menduga kalender itu mengandung kampanye terselubung. “Ini karena di sana tak disebut partai, tapi mengandung pesan yang sangat jelas,” katanya.

Sudarsono mempertanyakan relevansi kehadiran Rohim dalam kalender itu. “Dokter Rohim ini apakah tokoh? Menurut saya dia bukan siapa-siapa. Kebetulan dia suami Dokter Faida,” katanya.

“(Kalender ini) mengandung unsur pesan-pesan tidak langsung politis yang terlihat. Ini karena beliau sedang mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI,” katanya.

Ada pembedaan dalam kalender itu. Semua foto sosok yang tampil dengan botol air mineral Hazora berwarna biru dan Rohim dengan warna biru telur asin. Sudarsono mengatakan, ini tak boleh dilakukan.

Sudarsono meminta agar Bawaslu mencermati ini. “Apapun ini fasilitas publik. Karena ini fasilitas publik, maka janganlah digunakan untuk niat tertentu. Kalau ini iklan, PDAM membayar berapa kepada Dokter Rohim. Ini perusahaan daerah. Pasti niatannya untuk profit oriented,” katanya.

“Direktur PDAM harus menjelaskan apakah ini bagian dari iklan. Kalau bukan iklan, kenapa harus mencantumkan orang lain yang bukan siapa-siapa,” kata Sudarsono.

Sudarsono sudah melaporkan kalender ke Bawaslu, Senin (14/1/2019) kemarin. Ia meminta agar Bawaslu mengusut tuntas laporan ini. “Jurdil dalam pelaksanaan pemilu tak semata-mata dalam penegakan formalisme. Pesan-pesan seperti ini (dalam kalender) harua dikritisi,” katanya.

Sementara itu, Adi Setiawan membantah kalender itu mengampanyekan Rohim. Kalender itu adalah kegiatan perusahaan dalam mempromosikan Hazora tahun lalu.

“Tahun 2018, beberapa tokoh telah membantu promosi PDAM. Salah satunya Dokter Rohim. Saya mengenal Dokter Rohim bukan sebagai caleg. Malah saya tahu caleg akhir-akhir ini. Saya kira tidak jadi calon,” kata Adi, Selasa (15/1/2019). [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar