Politik Pemerintahan

Kajian Bawaslu, Berita Hoax di Medsos Jadi Indeks Kerawanan Pilkada

Sumenep (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep mulai ‘memelototi’ akun-akun di media sosial (medsos) yang mengunggah konten ‘hoax’ (berita bohong).

“Menjelang Pilkada seperti ini, berita-berita ‘hoax’ di medsos berpotensi bermunculan. Kami tengah melakukan pengawasan intensif terhadap kemungkinan munculnya berita hoax,” kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumenep, Imam Syafi’i, Rabu (29/07/2020).

Ia menjelaskan, dari kajian Bawaslu, berita-berita ‘hoax’ di medsos menjadi salah satu indeks kerawanan dalam masa-masa Pilkada. Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk pengawasan tersebut.

“Itu kan termasuk tindak pidana siber. Jadi kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Biasanya berita ‘hoax’ itu disebar dari akun tanpa nama atau akun tidak jelas,” ujar Imam.

Ia juga meminta masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam melakukan pengawasan bersama Bawaslu pada setiap proses tahapan Pilkada Sumenep 2020. “Peran aktif pengawasan masyarakat ini tentu saja sangat diperlukan dan pasti sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan,” terangnya.

Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan pada 9 Desember. Kabupaten Sumenep menjadi satu-satunya Kabupaten di Pulau Madura yang menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati. Saat ini tahapan yang tengah dilakukan adalah Pencocokan dan Penelitian (Coklit) pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). (tem/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar