Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

KAHMI dan IKA-PMII Desak Pembuatan Perda RDTR di Jember

Narto dan Fauziyah, dua presidium KAHMI Jember

Jember (beritajatim.com) – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) mendesak Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember, Jawa Timur, agar segera membuat dan mengesahkan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Tuang (Perda RDTR).

Desakan ini termaktub dalam saran tertulis masing-masing organisasi tersebut untuk DPRD Jember. Presidium KAHMI Jember Narto mengatakan, tanpa Perda RDTR, masuknya investasi berpotensi merugikan sektor perikanan, wisata, lingkungan air, darat dan udara.

“Perlu dipikirkan ke depan, bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Jember tanpa ada pihak yang dirugikan. Kami berharap segera dibuat Perda RDTR demi melindungi dan meningkatkan PAD-nya tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan. Investor masuk, lingkungan tetap terjaga,” kata Narto.

Hal serupa juga dikemukakan Sutrisno, Sekretaris IKA-PMII Jember. “Kalau pemerintah mau serius dengan tata ruang, memperhatikan aspek lingkungan, perhatian terhadap kebijakan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) perlu diseriusi,” katanya.

RTRW itu akan terkoneksi dengan RDTR untuk memproteksi sektor Pertanian, ketahanan pangan, dan lain sebagainya. “Bukan malah menggemukkan anggaran untuk anggaran penyusunan dokumen,” kata Sutrisno.

IKA-PMII mengkritik keterburuburuan eksekutif dan legislatif falam membuat Perda tentang Gedung dan Bangunan. “Sementara, tidak kunjung serius menyusun beleid dasar semacam Perda tentang RTRW yang perlu direvisi, dan Perda RDTR. Maka, IKA PMII mencurigai ada hal yang sedang ditransaksikan dibalik agenda terselubung tersebut. Kajian lingkungan hidup strategi (KLHS) parahnya juga tidak ada. Anggaran hanya di-drop untuk penyusunan dokumen,” kata Sutrisno.

Ardi Pujo Prabowo, anggota Panitia Khusus LKPJ Bupati DPRD Jember, setuju dengan saran dua organisasi kemasyarakatan itu. Ia menyebut masukan tersebut positif. “Kami akan masukkan dalam finalisasi rekomendasi,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar