Politik Pemerintahan

Kaget, Bupati Ipuk Dapat Kejutan dari Pemuda Difabel

Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melakukan kunjungan kerja melanjutkan program Bunga Desa di Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Beberapa tugas dan layanan telah lama dinanti oleh masyarakat.

Bunga Desa atau Bupati Ngantor di Desa menjadi program rutin yang digagas oleh Bupati Ipuk. Sudah 10 desa yang disasar sejak dirinya duduk menjabat sebagai pemimpin Banyuwangi menggantikan Abdullah Azwar Anas.

Saat mengunjungi Dusun Wijenan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Ipuk tiba-tiba dibuat kaget. Ia mendapat surprise atau kejutan dari seorang pemuda difabel.

Ia adalah Lukman Hakim 29 tahun, Warga Dusun Wijenan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh. Lukman merupakan seorang pelukis dengan keterbatasan.

Ia melukis dengan menggunakan kaki, karena kedua tangannya tak sempurna sejak lahir. Meski menggunakan kaki, hasil lukisannya tak kalah baiknya dengan pelukis tangan lainnya.

Saat Bupati Ipuk mendatangi rumahnya, Lukman sedang melukis sebuah gambar bunga. Bupati takjub dengan kemampuan Lukman.

Secara spontan, Ipuk sapaan akrab Bupati Banyuwangi itu pun mengapresiasi. Dia juga spontan terkesan dengan salah satu lukisan yang digantung di tembok rumahnya.

Lukisan bertema bunga menarik Bupati. Ipuk mengambil lukisan itu lalu memintanya untuk dikoleksi. Kebetulan lukisan tersebut belum dibubuhi tanda tangan. Ipuk pun meminta untuk menandatangani.

“Ini harganya berapa?,” Tanya Ipuk sambil memegang lukisan kecil bermotif bunga itu.

Lukman menjawab penuh rasa canggung. Tapi, dia lalu menjawan tegas.

“Berapa ya bu? Rp 400 ribu ya bu,” kata Lukman pelan.

Bupati Ipuk meng-iyakan penawaran sang pelukis. “Sudah lama belajar melukis? Lukisannya bagus-bagus ya,” terang Ipuk.

“Sudah sejak 2013 bu fokus melukis, sebelumnya sekolah di SMK Rogojampi,” Lukman menimpali.

Lukman Hakim berfoto bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di rumahnya di Dusun Wijenan, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh.

Lukman tak bisa menyembunyikan rasa bangganya didatangi oleh orang nomor satu di Banyuwangi itu. Apalagi, salah satu koleksi lukisan pribadinya menjadi koleksi oleh sang bupati.

“Ya bangga, karena Bu Ipuk merupakan pemimpin Banyuwangi. Siapa nyangka beliau bisa datang ke sini,” ungkapnya.

Saking bahagianya, Lukman bahkan telah menyiapkan sebuah surprise untuk Bupati Ipuk. Sebuah lukisan berukuran 100×80 cm itu diambil dan ditunjukkan ke bupati.

Lukisan itu ternyata bergambar wajah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memakai seragam dinas berwarna putih lengkap dengan topi pet. Lukisan itu begitu mirip dengan sang Bupati.

“Wah, bagus sekali. Ini berapa lama mengerjakannya. Bagus ya,” Ucap Bupati sambil terkejut.

“Empat hari bu, ya kalau capek istirahat lalu di lukis lagi. Ini spesial buat Ibu Ipuk,” ungkap Lukman.

Selain pandai melukis beberapa tema, memang Lukman gemar melukis sejumlah tokoh dan pejabat di negeri ini. Ada beberapa koleksi yang hingga kini masih tergantung rapi di dinding rumahnya.

Di antaranya, lukisan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, dan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gusdur. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar