Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Kadispendik Kabupaten Pasuruan Ancam Kebebasan Pers, Wartawan Protes Bupati

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah

Pasuruan, (beritajatim.com) – Menanggapi pidato Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah di halaman kantor Dispendik Kabupaten Pasuruan salah satu anggota advokasi PWI Jawa Timur, Arie Yoenianto angkat bicara.

Menurut Sam Oen sapaan akrabnya mengatakan, apa yang dilakukan pejabat sepert itu sudah menunjukkan adanya bibit – bibit anti kritik dan anti kebebasan pers.

Sam Oen, juga berkomentar, tidak semua kritik yang disampaikan pers itu selalu buruk, karena ada juga kritik yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan dunia pendidikan di Pasuruan. Menurutnya pidato Hasbullah itu sudah mencerminkan bibit-bibit anti kritik di dunia pendidikan.

“Sekali lagi, bibit – bibit anti kritik ini harus dilawan. Apalagi, yang disampaikan dalam pidato itu, yang mengganggu pendidikan termasuk wartawan akan mati. Kalau sudah mengancam, berarti dia mengedepankan tangan besi,” sambung pria yang pernah menjabat Ketua PWI Pasuruan.

Dihubungi terpisah, Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pusaka) Lujeng Sudarto mengecam keras arogansi Kadisdik baru tersebut. Menurut Lujeng, materi pidato yang disampaikan di depan publik itu memiliki kecenderungan untuk mengintimidasi kelompok sipil society, dan kebebasan pers di Pasuruan.

“Sebagai seorang pejabat, Hasbullan disebutnya sangat tidak etis berbicara seperti itu. Apalagi pidato Kadispendik ini menebar ancaman” ujar Lujeng.

Langkah awal, dirinya bersama pegiat lainnya dan rekan wartawan akan menyampaikan nota protes kepada Bupati Pasuruan. Ia menilai, pidato Hasbullah Kadispendik mengandung unsur pidana pengancaman.

“Ini tidak bisa dibiarkan, harus ada sikap dari kalangan pegiat LSM dan wartawan di Pasuruan. Pejabat yang anti kritik seperti itu sebaiknya pakai headset,” sindirnya.

Diberitakan sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, berpidato didepan halaman kantor Dispendik yang viral karena mengancam LSM dan wartawan. Dalam pidatonya tersebut Hasbullah akan membunuh LSM atau wartawan yang akan mengganggu pada amasa kepemimpinannya. (ada/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar