Politik Pemerintahan

Wakili Kaum Muda

Kades Pesanggrahan Ambil Formulir di DPC PKB Kabupaten Mojokerto

Kades Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Muhammad Afif saat mengambil formulir di kantor DPC PKB Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Mojokerto membuka penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto sejak, Senin (17/2/2020). Di hari ketiga, dua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto mengambil formulir di kantor tersebut.

Mereka adalah Kades Bangsal, Kecamatan Bangsal, Anton Fathurroman dan Kades Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Muhammad Afif. Keduanya menyusul delapan orang lainnya yang sebelumnya sudah mengambil formulir dari partai politik (parpol) yang memiliki 10 kursi di DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut.

Kades Pesanggrahan Muhammad Afif mengatakan, ia maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto karena belum adanya keterwakilan kaum muda. “Dari yang selama ada dalam penjaringan calon kandidat di Pilkada Mojokerto belum ada keterwakilan dari kaum muda. Sehingga kami tergerak berangkat mewakili kaum muda,” ungkapnya, Rabu (19/2/2020).

Menurut Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto tersebut, semua berangkat dari keyakinan. Meskipun di tingkat AKD Kecamatan Kutorejo belum membahas agenda politik terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto 2020.

“Satu yang bisa saya pastikan nanti di AKD bahwa, salah satu misi dan misi kami yakni menjalankan keterwakilan dari kepala desa. Apa yang menjadi aspirasi dan program rekan-rekan di desa ini akan saya aplikasikan di visi misi. Secara detail, visi misi nanti akan kita godok bersama tim,” katanya.

Namun, tegas Kades dua periode ini, secara garis besar Kabupaten Mojokerto adalah kumpulan dari 304 desa. Artinya, tegas Afif, ketika desa yang dalam program nasional ada desa mandiri terwujud maka akan terwujud Kabupaten Mojokerto yang mandiri juga.

“Setelah mengambil formulir ini, kita akan mengikuti apa yang menjadi prosedur di DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Yakni untuk melengkapi berkas-berkas dan melengkapi pemaparan visi misi secara online,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, Muhammad Toyib mengatakan, penjaringan dibuka mulai 17 sampai 23 Februari 2020. “Untuk batas akhir penyetoran tanggal 23 Februari dan tanggal 24 sampai 29 Februari proses seleksi pemberkasan di DPC PKB,” jelasnya.

Sekretaris I DPC PKB Kabupaten Mojokerto ini menambahkan, tujuh ke depan akan dilakukan perbaikan berkas. Jika ada berkas dari para calon kurang lengkap, diberikan waktu untuk melengkapi yang nantinya akan di desk Pilkada secara online. Hingga hari ketiga penjaringan, setidaknya ada 10 calon yang mengambil formulir di DPC PKB Kabupaten Mojokerto. “Belum ada calon dari kader tapi tidak menuntut kemungkinan ada poros tengah, di luar yang daftar,” tegasnya.

Sekedar diketahui, di hari pertama penjaringan ada tujuh nama Bakal Calon (Bacalon) Bupati Mojokerto mengambil formulir penjaringan di DPC PKB Kabupaten Mojokerto. Liaision Officer (LO) mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur, Purwo Santoso.

Disusul bacalon Kusnan Hariadi yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Kemudian Muhammad Al Barra yang merupakan pasangan Ikfina Fahmawati datang berdua untuk mengambil formulir penjaringan.

Kemudian Gatot Winarno dan Edy Purwanto yang namanya mulai muncul dari Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto 2020-2025. Kemudian disusul LO dari Yoko Priyono yang merupakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto dan terakhir ditutup oleh incumbent, Pungkasiadi.

Di hari kedua, Selasa (18/2/2020) kemarin ada Ayub Daniel Aqso yakni pengusaha sekaligus putra dari mantan Bupati Mojokerto1900-2000, Macmoed Zein. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar