Politik Pemerintahan

Kaca Pecah di Ruang Kerja Pimpinan DPRD Jember Belum Diperbaiki

Jember (beritajatim.com) – Hampir sepekan sejak aksi unjuk rasa mahasiswa digelar, Kamis (8/10/2020) lalu, kaca jendela di ruang kerja pimpinan DPRD Jember, Jawa Timur, belum diperbaiki. Pimpinan siap patungan untuk memperbaiki sendiri.

Kaca jendela di ruang kerja Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dan Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan pecah di sejumlah titik, setelah kena hantam batu yang dilontarkan pengunjukrasa anti omnibus law. “Masih bolong-bolong,” kata Itqon.

Dedy mengatakan, pembenahan kaca tersebut tak mungkin pakai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). “Ini karena Jember sampai sekarang belum memiliki peraturan daerah APBD,” katanya. Tanpa perda, APBD Jember diatur dengan peraturan kepala daerah dan memiliki keterbatasan.

“Yang jelas kami sepakat memperbaiki secara gotong royong di antara unsur pimpinan saja. Jadi tidak akan menggunakan uang APBD. APBD juga jelas untuk rakyat di Kabupaten Jember,” kata Dedy.

Aksi unjuk rasa saat itu berakhir damai dan tak ada bentrokan yang meluas. DPRD Jember berjanji akan memperjuangkan aspirasi mahasiswa menolak omnibus law langsung ke DPR RI. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar