Politik Pemerintahan

Kabupaten Mojokerto: 125 ODR, 14 ODP dan 6 PDP Covid-19

Bupati Mojokerto Pungkasiadi melakukan evaluasi kesiapsiagaan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Posko Siaga Covid-19 Kantor Dinkes Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di Kabupaten Mojokerto terdapat 125 Orang Dalam Resiko (ODR), 14 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan enam Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Bupati Mojokerto melakukan evaluasi kesiapsiagaan pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Posko Siaga Covid-19 Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Djatmiko mengatakan, hingga saat ini terdapat 125 ODR, 14 ODP dan enam PDP. “Kita akan pantau terus. Untuk rapid test (test massal), diutamakan yang PDP. Ketersediaan masker, termasuk ketersediaan alat pelindung diri masih terbatas terutama bagi tenaga medis,” ungkapnya, Minggu (22/3/2020).

Mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar menegaskan, pihaknya telah menganggarkan sejumlah dana, namun pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) belum maksimal dikarenakan kelangkaan barang di tengah kondisi seperti ini. Tak lupa dr Djatmiko menjelaskan kabar yang beredar luas terkait Avigan dan Chloroquine, yang diwartakan sebagai obat Covid-19.

“Kami apresiasi rekan-rekan medis yang berjuang di tengah keterbatasan APD, bahkan ada yang terpaksa pakai jas hujan. Anggaran sudah siap senilai kurang lebih Rp3,8 miliar, tapi barangnya yang memang terbatas. Namun dengan kerjasama tim gugus tugas, itu akan segera kita atasi. Untuk Avigan dan Chloroquine, dapat saya tegaskan bahwa itu tidak dapat digunakan sembarangan,” katanya.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung dan Kapolresta Mojokerto AKBP Bogiek Sugiyarto dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan arahan senada terkait pencegahan Covid-19. Setelah terbit maklumat dari pusat yang salah satu itemnya adalah tidak mengadakan dan menghindari kerumunan massa di tengah wabah Covid-19, diharapkan imbauan tersebut dapat dipatuhi oleh semua masyarakat.

“Mengingat keadaan cukup mendesak saat ini, terlebih lagi sebaran Covid-19 tidak dapat dikendalikan. Imbauan sudah jelas. Saat ini, kita memang diharapkan untuk patuh. Kita juga harus melaksanakan pemantauan secara intens, termasuk informasi-informasi penting secara berkala dan update. Akan sangat baik jika ada grup khusus untuk komunikasi tim gugus tugas,” tutur Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung.

Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menambahkan beberapa arahan yang sudah dijabarkan. Salah satunya pemanfaatan Dana Desa (DD), yang dalam situasi ini bisa digunakan untuk pencegahan Covid-19. “Saya rasa evaluasi hari ini sangat jelas dan tegas. Saya ingin menambahkan pula bahwa di situasi seperti ini, DD bisa digunakan sabagai salah satu alat sekaligus sarana pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Penggunaan DD yang dimaksud, semisal untuk membeli alat sanitasi, ADP dan berbagai kelengkapan pendukung. Sebelum evaluasi dan laporan dijabarkan satu persatu, Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengaku akan terus berkomitmen memerangi Covid-19 bersama-sama. Dirinya dan jajaran akan terus memonitor tim gugus tugas Covid-19.

“Senin lalu kita sudah buat beberapa keputusan terkait kesiapsiagaan Covid-19. Kita sedang berperang saat ini, kita sama-sama melawan. Kita sudah putuskan akan memantau terus selama 14 hari. Saya juga ingin apresiasi usaha pemberitahuan informasi ke masyarakat dengan model ledang (mobil penerangan informasi keliling), itu sangat bagus di samping usaha-usaha kita yang lain” pungkasnya.

Usai evaluasi, bupati, Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melanjutkan pengecekan langsung ruang isolasi di RSUD RA Basoeni di Kecamatan Gedeg. Saat ini pihak RSUD RA Basoeni diketahui telah menyiapkan kurang lebih tiga ruangan kamar, dengan sejumlah tempat tidur yang cukup memadai sebagai tempat isolasi apabila terjadi kasus. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar