Politik Pemerintahan

Kabupaten Magetan Darurat Sampah

Tumpukan sampah di TPA Milangasri, Panekan, Magetan, Senin (22/3/2021).(Foto/Ade Mas Satrio)

Magetan (beritajatim.com) – Kabupaten Magetan sudah darurat sampah. Dari sekitar 280 ton sampah yang dihasilkan oleh kurang lebih 700.000 penduduk Magetan tiap harinya, baru 40 ton yang kini bisa masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Milangasri.

“Sebanyak 75 persennya adalah sampah rumah tangga, sedangkan 25 persennya lagi adalah dari sampah pasar dan perkantoran,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Saif Muchlissun, Senin (22/3/2021).

Ia menjelaskan, Luas lahan TPA yang ada sekarang sebesar 4,2 hektar. Semua Cell sudah penuh dengan sampah, pengelolaan TPA selama ini dengan kontrol landfill. Dan semua cell nya sudah penuh.

“Sebenarnya tidak ada ruang lagi. Inilah yang kita namakan darurat sampah,” paparnya.

Bahkan kini TPA satu – satunya itu hampir overload. Kini sudah lebih 250 ribu ton sampah di lahan seluas empat hektar itu. Sehingga, kini hampir tak tersisa lagi tempat untuk menampung sampah – sampah dari penduduk kecamatan Magetan saja.

“TPA yang baru juga belum tahu kapan bisa dibangun. Karena saat ini keuangan daerah terbatas dan masih fokus penanganan kesehatan,” imbuhnya.

Namun, karena keterbatasan anggaran, pihaknya sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Lingkungan Hidup. “Mohon doanya agar pusat mau merealisasikan pembangunan TPA baru di Kabupaten Magetan,” ucap Muchliss.

Dia pun menyebut untuk meminimalisir sampah yang masuk sudah ada instruksi bupati dimana sampah harus selesai di kelurahan atau desa. Yakni dengan bank sampah.

Tumpukan sampah di TPA Milangasri, Panekan, Magetan, Senin (22/3/2021).(Foto/Ade Mas Satrio)

 

“Dari bank sampah akan dipilah. Untuk sampah organik atau rumah tangga bisa dijadikan kompos. Sementara untuk sampah non organik akan didaur ulang atau digunakan kembali,” jelasnya.

Namun, belakangan untuk beberapa bank sampah sebagian belum diaktifkan kembali karena adanya pandemi. “kami masih berusaha membina, karena hanya bank sampah saja yang sementara jadi solusi sambil menunggu pembangunan untuk TPA yang baru,” tutupnya.(asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar