Politik Pemerintahan

Jurus Sakti Kota Kediri Gerakkan Roda Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar

Kediri (beritajatim.com) – “Assalamualaikum hari ini 28 Oktober 2020, kita ketambahan tiga kasus baru,” kata Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar melalui akun instagramnya. Mas Abu — panggilan akrab Walikota Kediri menyampaikan penambahan kasus baru Covid-19.

Tiga kasus baru terdiri dari, laki laki berumur 72 tahun yang beralamat di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto. Pasien ini transmisi lokal. Penderita saat ini dirawat di RS Ahmad Dahlan.

Kasus kedua, seorang laki-laki berumur 21 tahun tinggal di Perumahan Wilis Indah, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Pasien memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi di Kabupaten Kediri dan saat ini diisolasi di RS Kilisuci Kota Kediri.

“Ketiga seorang perempuan berumur 21 tahun alamat Kecamatan Mojoroto yang kontak erat dengan kasus ke-239 saat ini dirawat di RS Kilisuci,” tambah Mas Abu menutup penyampaian informasi tersebut kepada masyarakatnya.

Tiga kasus baru ini menambah jumlah penderita Covid-19 di Kota Kediri. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, pada Rabu 28 Oktober 2020 menyebutkan, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 240 kasus. Terdiri dari kasus lama 237 kasus, 15 dirawat, satu dipantau, 212 sembuh dan meninggal dunia 12 orang.

Data lain, suspek sebanyak 1022 kasus atau tambah dua kasus dari sebelumnya 1020, 58 dirawat, 27 dipantau, 902 dinyatakan sembuh dan 35 meninggal dunia. Sedangkan riwayat perjalanan naik 100 kasus menjadi 7.077 kasus, dan selesai proses pemantauan dari sebelumnya 6.977.

Buat Perwali Protokol Kesehatan

Mengingat masih tingginya kasus Covid-19 di Kota Kediri, Pemkot melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sesuai INPRES No. 6 Tahun 2020 dan Perwali No. 32 Tahun 2020. TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri Kota Kediri telah berkomitmen bersama untuk mencegah dan meminimalisir persebaran Covid-19 di Kota Kediri. Ada 3 sanksi yang akan diberlakukan, yaitu sanksi moral, pidana dan denda hingga Rp. 500.000.

Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah (perda) melakukan upaya penegakan aturan tersebut dengan menggelar razia secara terus menerus. Tidak hanya menyasar masyarakat, Operasi Yustisi juga ditujukkan kepada para pelaku usaha. Tujuannya agar semuanya mematuhi protkes.

Tetapi dalam penerapan Perwali 32/2020 itu Pemkot Kediri tetap membaca dan mendengar keluhan masyarakat. Walikota Kediri memberikan banyak kelonggaran agar warga bisa kembali beraktifitas, baik dalam hal kegiatan perekonomian, kegiatan sosial – keagamaan, rekreasi – olahraga dan keperluan personal lainnya.

“Namun, memang penanganan terkait kesehatan tetap menjadi nomor satu, sesuai dengan protokol kesehatan nasional, Pemerintah Kota Kediri memakai pedoman tersebut dalam membuat peraturan turunan yang kami terapkan di Kota Kediri,” kata Walikota Kediri.

“Seperti soal kegiatan usaha, baik restoran, swalayan hingga warung, kami perbolehkan, asal memenuhi standar protokol, mengurangi kapasitas maksimal 50% dan tutup maksimal jam 10 malam. Biasanya yang terkena razia itu yang tidak bisa memenuhi standar protokol kesehatan, tempatnya berjubel atau tutupnya lebih dari jam 10 malam,” tambahnya.

Berikut aturan selengkapnya terkait kegiatan ekonomi kemasyarakatan yang diperbolehkan selama pandemi covid-19:

1. Fasilitas olah raga diperbolehkan beroperasi dengan catatan :
a. Di ruang terbuka atau gedung olahraga dengan ventilasi / sirkulasi udara yang baik.
b. Membatasi jumlah orang yang beraktivitas sehingga dapat menerapkan physical distancing.
c. Menggunakan peralatan sendiri, tidak diperbolehkan pinjam pakai peralatan.
d. Membatasi waktu berolah raga berkelompok maksimal 2 jam dan jam operasional sampai dengan jam 22.00 WIB.
e. Memiliki fasilitas cuci tangan dengan air mengalir yang memadai.

2. Resepsi pernikahan / hajatan diperbolehkan dengan lokasi di ruang terbuka (tidak di dalam rumah / gedung) dengan memperhatikan :
a. Menerapkan protokol kesehatan.
b. Membatasi jumlah tamu.
c. Tidak berjabat tangan.
d. Penyajian makanan atau minuman kemasan yang bisa dibawa pulang.

3. Café atau warung makan dengan live musik diperbolehkan dengan membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dan membatasi jam operasional sampai dengan jam 22.00 wib (sesuai Perwali Kediri Nomor 32 tahun 2020).

Program Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Walikota Kediri mengeluarkan berbagai program untuk membangkitkan perekonomian. Kebijakan di Kota Kediri sejak awal pandemi tidak melakukan lock down, dengan pertimbangan agar ekonomi tetap berjalan. Namun wajib melaksanakan protokol kesehatan dan pembatasan kerumunan.

Pemkot Kediri berinovasi membuat program belanja instan dari rumah (Bi Imah). Serta ada gerakan bungkusin yakni untuk cafe dan resto di awal pandemi juga hanya diperbolehkan untuk take away.

Lalu, Pemerintah Kota Kediri juga melakukan pemberdayaan masyarakat, pemberian bantuan dan pembebasan pajak. Untuk mempertahankan roda perekonomian tetap berputar serta menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Kediri meluncurkan kartu SAHABAT (santunan hadapi bencana tunai).

Bantuan tidak hanya kartu sahabat dari APBD dan APBN serta APBD provinsi. Bantuan dari dermawan juga banyak yang penyaluran dan penghimpunan akhirnya melibatkan lembaga nirlaba, diwadahi oleh sinergi jaring pengaman sosial (Si Jamal). Ada juga kebijakan untuk membebaskan pajak daerah bagi resto dan hotel yang tidak mem-phk karyawannya.

Pesan Masker Kain kepada Penenun Ikat dan Tukang Jahit

Disamping mempercepat penanggulan Covid-19 melalui penerapan protkes, Pemkot Kediri menggerakkan ekonomi dari warganya sendiri. Pemkot melakukan pemesanan masker dari para penenun dan penjahit asal Kota Kediri.

Puluhan ribu masker dipesan dari produk asli Kota Kediri. Masker tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat. “Untuk tahap pertama ini kami menyalurkan 21.000 masker dari bahan tenun ikat, 10.000 dari Pemkot Kediri sementara 11.000 bantuan dari beberapa pihak, termasuk asosiasi koperasi. Tahap kedua kami telah memesan 30.000 masker tenun ikat pada pengrajin, selain untuk pencegahan virus ini juga bisa menggairahkan ekonomi bagi dua kelompok UMKM, pengrajin tenun dan penjahit” jelasnya.

Tenun ikat merupakan kain khas Kota Kediri. Kain tradisional itu punya sejarah yang cukup panjang, seperti asal usul Kota Kediri yang merupakan kerajaan tua dengan beragam kekayaan budayanya. Dalam sejarahnya, tenun ikat sudah ada sebelum Indonesia merdeka atau pada masa pemerintahan Kerajaan Kediri sekitar abad 11-13.

Perajin tenun ikat bukan mesin tersentral di Kelurahan Bandar Kidul di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Lokasinya tak jauh dari alun-alun Kota Kediri atau hanya dibatasi oleh Sungai Brantas. Ada sekitar 20 rumah industri tenun yang berada di kampung ini rata-rata dikerjakan secara turun temurun hingga tiga generasi.

Kain tenun yang dihasilkan mulai dari kain sarung gombyor, kain misris (biasa), semi sutra, hingga sutra. Kain tersebut dibuat berwarna-warni dengan motif Kediren seperti ceplok hingga lung. Proses pengerjaan tenun menggunakan benang halus ini melewati dua proses pengerjaan dengan 14 tahapan. Proses pembuatan lungsi atau keteng yang melalui empat tahapan yaitu, pencelupan, pemintalan, skeer atau menggulung benang di boom dan proses grayen atau menyambung benang.


Fasilitasi UMKM untuk Menuju ke Market Place

“Strategi lainnya, kami memberikan fasilitasi UMKM untuk menuju ke market place. Percepatan dan kita inkubasi disitu. Memang ada seleksi, ada coacing klinik. Kita kerjasama dengan Tokopedia untuk digital. Kita juga dapat seponsor yang sangat luar biasa dari Tokopedia,” imbuh Walikota Kediri.

Disperindagin dan Dinkop Kota Kediri terus melakukan promosi untuk membantu UMKM pada era pandemi. Dengan bekerjasama dengan perusahaan teknologi marketplace terdepan di Indonesia, Tokopedia menggelar event akbar MallUMKM Kediri Sale 2020 pada 25 – 29 September 2020 lalu.

Pada event yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke 1141 ini akan melibatkan ratusan ‘seller’ yang menampilkan produk UMKM Kota Kediri dengan promo voucher diskon dan cashback hingga 80 persen. Produk yang tergabung dalam platform MallUMKM Kediri tersebut akan tampil dalam link khusus Tokopedia dan poster event akan tayang selama lima hari penuh di halaman utama Tokopedia.

Dari 200 pelaku UMKM yang mengikuti proses kurasi, sekitar 60 pedagang yang dibantu migrasi ke marketplace hingga masing-masing memiliki toko sendiri, proses ini memakan waktu hampir dua bulan. Tokopedia dalam event ini juga akan menampilkan pelaku UMKM yang sebelumnya sudah menggunakan platform mereka untuk berjualan secara online.

Galakkan Program Padat Karya

Program Padat Karya di Kota Kediri dimulai September 2020. Program tersebut direalisasikan oleh dinas-dinas terkait di jajaran Pemkot Kediri, salah satunya Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri.

Anggaran sebesar Rp 27 milyar direalisakan menjadi 210 paket proyek. Sejumlah 210 paket proyek tersebut tersebar di tiga pekerjaan PU yaitu cipta karya, pengairan, dan bina marga. Paket proyek ini melibatkan 1.950 orang kuli bangunan dan lebih dari 1.800-an tukang.

Program padat karya melibatkan minimal 25% tenaga kerja dari masyarakat setempat atau sekitar lokasi proyek. Harapannya, masyarakat yang penghasilannya terdampak Covid-19 bahkan hingga tidak memiliki penghasilan lagi bisa bekerja dan mendapatkan upah. Dari upah ini, maka bisa mencukupi kebutuhan minimal kebutuhan pokok dengan membeli kebutuhan dari warung sekitarnya sehingga terjadi perputaran ekonomi.

“Hampir seluruh kelurahan berjalan padat karya. Harapannya dari situ perekonomian tumbuh dan daya beli meningkat. Ini sudah ditunjukkan oleh indikator ekonomi. Karena di Kota Kediri ini hanya satu satunya di Jatim yang mengalami inflasi sebesar 1,25. Artinya kalau inflasi ada perkembangan perekonomian, daya belinya meningkat, padahal sebagian di daerah lain mengalami deflasi, artinya daya beli masih lemah. Inflasinya masih terjaga dalam range ditentukan Nasional 2-3. Mudah-mudahan perekoomian nanti bisa tumbuh 3-4,” ungkap Walikota Kediri.

Di masa pandemi perekonomian terkoreksi. Tetapi di Kota Kediri saat ini mampu tumbuh di kisaran 2-3 digit. Meskipun Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengatakan ekonomi Nasional minus 2 angka, namun Walikota Kediri optimis di Kota Kediri bisa naik mencapai angka 3-4. [nm].





Apa Reaksi Anda?

Komentar