Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jumlah Sapi Terinfeksi PMK Meningkat, Bupati Mojokerto Pantau Sterilisasi Pasar Hewan

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pertanian (Disperta) melakukan gerak cepat dalam mengantisipasi penularan terhadap hewan ternak sapi yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Yakni dengan penyemprotan pasar hewan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati bersama Forkopimda melakukan pemantauan proses sterilisasi penyemprotan pasar ternak di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto yang dilakukan oleh Disperta Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/5/2022).

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden yang dihadiri Bapak Menteri dan Ibu Geburnur Jawa Timur terkait dengan gerak cepat menyikapi adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ruminansia. Kabupaten Mojokerto sejak tanggal 6, kita mengadakan rapat berkoordinasi dengan Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Rapat koordinasi (rakor) tersebut digelar untuk gerakan cepat menghentikan proses penularan dengan cara penutupan pasar hewan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Selain itu, petugas dari Disperta Kabupaten Mojokerto untuk turun menyampaikan informasi dan edukasi kepada semua kelompok ternak di Kabupaten Mojokerto.

“Untuk sementara yang terserang ini kelompok ternak sapi tapi penyakit ini menyerang kelompok ruminansia. Yakni hewan yang berkuku belah, tidak hanya sapi tetapi juga kambing, domba, kerbau dan juga babi. Di Kabupaten Mojokerto, kita bisa untuk mengerem proses penularan ini,” katanya.

Pemkab Mojokerto melalui Disperta akan segera melakukan identifikasi, pemetaan dengan semua kelompok ternak yang ada di Kabupaten Mojokerto. Karena, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, penyakit tersebut memiliki masa inkubasi sampai dua minggu.

“Sehingga dengan temuan tanggal 3 Mei terkait penyakit ini, kita betul-betul mengecek semuanya barangkali ada yang masih proses inkubasi. Sapi-sapi yang sudah tertular kita lakukan tindakan cepat supaya mempercepat proses penyembuhan. Karena pada prinsipnya memang menular tapi bisa sembuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Data Disperta Kabupaten Mojokerto menyebutkan, per tanggal 11 Mei 2022 ada sebanyak 622 ekor sapi yang terinfeksi virus PMK. Sementara jumlah sapi yang mati karena penyakit yang disebabkan oleh Virus Foot Mouth Disease (FMDV) ada 10 ekor. Sedangkan jumlah sapi potong di Kabupaten Mojokerto saat ini ada sebanyak 51.300 sapi. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar