Politik Pemerintahan

Jumlah Personil Pengamanan Coblosan di Pilbup Mojokerto 2020 Bertambah

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi

Mojokerto (beritajatim.com) – Jumlah pemilih dalam satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mendatang maksimal hanya 500 pemilih karena masih kondisi pandemi Covid-19. Dengan bertambahnya jumlah TPS maka juga berpengaruh ke jumlah personil yang terlibat.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto terkait teknis tahapan pemilukada. “Karena yang jelas, informasi awal jumlah TPS akan diperbanyak. Satu TPS, 300 pemilih sampai 500 pemilih,” ungkapnya, Sabtu (25/7/2020).

Ketentuan jumlah pemilih per TPS maksimal 500 orang tersebut diatur dalam Pasal 21 Ayat 4 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pilkada dalam kondisi bencana non alam Covid-19. Menurutnya, dengan jumlah TPS yang bertambah tentunya berpengaruh dengan jumlah personil yang terlibat.

“Jumlah TPS yang bertambah tentunya berpengaruh dengan terlibatnya jumlah personil. Karena, kan kalau seadanya satu TPS sebelumnya 1.000 pemilih, sekarang 500 pemilih, berarti bertambah jumlah personilnya. Namun untuk jumlah personil, belum karena pendataan hak pemilih masih dilakukan pendataan,” katanya.

KPU Kabupaten Mojokerto juga belum menentukan jumlah TPS yang akan digunakan dalam Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 mendatang. Termasuk terkait kampanye yang akan dilakukan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup dan Cawabup), menyusul himbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Yakni gelaran kampanye Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 tidak boleh menghadirkan massa lebih dari 50 orang. Jika ditemukan kampanye akbar yang dihadiri lebih dari 50 orang, maka Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta untuk mengambil tindakan tegas.

“Kampanye, kita juga masih terus berkoordinasi dengan KPU Kabupaten Mojokerto terkait teknisnya. Intinya kita tetap over estimate dalam pengamanan, tidak bisa under estimate. Overnya semua elemen masyarakat kita ajak semua, mengandeng semua elemen masyarakat untuk membantu mensukseskan Pilkada damai,” tegasnya. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar