Politik Pemerintahan

Jumlah Pemilih di Pemungutan Suara Ulang TPS 1 Desa Awang-awang Turun

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski sudah melakukan langkah antisipasi untuk menekan angka Golput di Pemilihan Suara Ulang (PSU), namun jumlah pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 di Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto turun dibanding saat Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April lalu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto, Ayuhannafiq mengatakan, PSU di TPS 1 Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/4/2019). “Jumlah pemilih pada, 17 April lalu sebanyak 234 pemilih. Namun sekarang hanya 193 pemilih,” ungkapnya.

Dibanding pada Pemilu serentak pekan lalu, jumlah pemilih yang datang melakukan PSU turun 41 pemilih. Sementara di TPS 1 Desa Awang-awang sendiri, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ada sebanyak 300 pemilih. Menurutnya, penurunan jumlah pemilih terjadi karena PSU dilaksanakan di hari kerja.

“Banyak pemilih yang bekerja tidak bisa mencoblos, bahkan petugas KPPS juga ada satu yang tidak bisa ikut karena tidak dapat ijin dari pabrik tempat kerjanya. Demikian juga dengan pemilih pemula yang duduk di kelas 12 masih masuk sekolah, meski ada beberapa yang datang,” katanya.

Padahal untuk menekan angka Golput saat dilakukan PSU di TPS 1 Desa Awang-awang, selain mengirim undangan form c-6, KPU Kabupaten Mojokerto melalui Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga menggunakan pengeras suara di mushola.

Di TPS 1 Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dilakukan PSU lantaran ada dua pemilih luar Kota diterima KPPS tanpa membawa formulir A5. PSU di TPS 1 Desa Awang-awang dilakukan untuk satu kotak suara, yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP).[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar