Politik Pemerintahan

Jumat Legi, Pedagang Mulai Boyongan ke Pasar Legi

Bangunan Pasar Legi akan segera difungsikan seiring pedagang yang akan mulai boyongan ke dalamnya. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sebentar lagi, para pedagang dari empat pasar, yakni pasar legi, pasar lanang, pasar eks pengadilan dan pasar eks stasiun sudah bisa menggelar dagangannya di bangunan baru pasar legi yang berada di Jalan Soekarno-Hatta. Hari baik untuk boyongan, sudah ditetapkan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo. Yakni rencananya pada bulan depan, tepanya tanggal 4 Juni 2021.

“Rencana boyongan pedagang pada hari Jumat Legi, tanggal 4 Juni 2021. Saat itu hari yang baik untuk boyongan,” ungkap Kepala Disperdagkum Ponorogo Addin Adanawarih, usai rapat koordinasi dengan Komisi B terkait boyongan pedagang, Senin (24/5/2021).

Proses boyongan nanti, kata Addin akan dilakukan secara bertahap. Bergantian, mungkin yang pertama dari para pedagang pasar legi lama, disusul dari pasar eks stasiun dan eks pengadilan dan yang menempati tempat yang atas, yakni dari pedagang pasar lanang. Dalam proses boyongan itu, konsumen atau pembeli belum boleh diizinkan oleh masuk.

“Boyongan kan kendaraan pengangkut dagangan hilir mudik, jadi pembeli tidak boleh masuk dulu. Sebab pesan dari legislatif juga harus memperhatikan protokol kesehatan nantinya,” katanya.

Pasar Legi baru boleh dibuka, kalau dagangannya minimal sudah masuk 50 persen, atau dalam waktu dua minggu setelah dilakukan boyongan. Meski sudah akan boyongan, Disperdakum, kata Addin belum melakukan lelang untuk tenaga security maupun petugas cleaning servicenya. Dia mengaku jika untuk dua petugas itu masih dalam proses tender. “Security dan cleaning servicenya belum lelang, masih dalam proses tender. Ya harapannya cepat selesailah, sehingga bisa cepat bekerja,” pungkas Addin.

Jika boyongan ke bangunan baru pasar Legi ini pada tanggal 4 Juni 2021, tentu kabar yang menggembirakan untuk para pedagang. Pasalnya pedagang sebelumnya menginginkan boyongan masih di bulan Syawal. Nah, tanggal yang ditetapkan oleh Disperdagkum Ponorogo itu juga masih di bulan Syawal pada penanggalan Islam.

“Teman-teman pedagang menilai bulan Syawal ini, bulan yang bagus untuk memulai usaha di tempat yang baru, yakni boyongan ke Pasar Legi,” kata Sekretaris paguyuban pedagang Pasar Legi Shenkli Fauzi beberapa waktu yang lalu. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar