Politik Pemerintahan

Jukir Tolak Penerapan Parkir Berlangganan di Bangkalan

Audiensi jukir di kantor DPRD Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Rencana penerapan parkir berlangganan di Kabupaten Bangkalan, masih banyak menuai penolakan dari juru parkir (Jukir). Terbukti, belasan Jukir mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya, Jumat (4/6/2021).

Umairi salah satu Jukir mengatakan, penerapan parkir berlanganan dinilai merugikan. Sebab, dirinya beserta para Jukir lainya hanya menerima honor sebesar Rp 1 juta, yang diberikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub).

“Saya menghidupi istri dan anak-anak yang sekolah, tentu saja uang satu juta tidak cukup untuk kebutuhan satu bulan,” keluhnya.

Ia menyebut, setiap harinya rata-rata penghasilan Jukir antara Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. Serta ia mengaku rajin menyetor retribusi mulai Rp 450 ribu sampai Rp 750 ribu perbulan.

Tak hanya itu, ia juga mengaku sangat dirugikan ketika parkir berlangganan ini diterapkan. Sebab, kurangnya pemahaman pengendara, sering timbul kesalahpahaman di lapangan. “Saya berharap penerapan parkir berlanganan ini dikaji ulang,” tegasnya.

Sementata itu, Kepala Dishub Bangkalan, Muawi Arif mengaku akan memberikan ruang bagi Jukir yang merasa kurang memahami sistem parkir berlanggan. Meski begitu, penerapan tetap dilakukan. “Tentu tetap kami terapkan,” singkatnya.

Dilokasi yang sama, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Ha’i menyampaikan, akan melakukan evaluasi terhadap penerapan parkir berlangganan itu. “Kalau masalah sosialisasi menurut Dishub sudah sering dilakukan, tapi kami tetap akan melakukan evaluasi dan pelajari kembali penerapan itu,” tandasnya. [sar/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar