Politik Pemerintahan

Jombang Masuk Zona Oranye, PPKM Mikro Tetap Diperpanjang

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (kiri) saat menyerahkan bantuan di Posko PPKM mikro Desa Kepatihan, Jumat (19/2/2021). [foto/istimewa]

Jombang (beritajatim.com) – Kabupaten Jombang akhirnya masuk zona oranye penyebaran Covid-19, Selasa (23/2/2021). Namun demikian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro tetap diperpanjang selama 14 hari kedepan, yakni mulai hari ini hingga 8 Maret 2021.

Pernyataan itu ditegaskan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab usai menggelar evaluasi terkait Covid-19, Selasa (23/2/2021) di kantor pemkab setempat. Sebelumnya, Jombang merupakan satu-satunya kabupaten di Jatim yang berada di zona merah Covid-19.

Jombang juga salah satu daerah yang menerapkan PPKM skala mikro periode sebelumnya yang berahir 22 Februari kemarin. “Per hari ini Jombang sudah berada di Zona oranye. Jadi sebanyak 38 kabupaten/kota di Jatim semuanya zona oranye. Namun PPKM mikro di Jombang tetap diperpanjang hingga 8 Maret 2021,” kata Mundjidah,

Dia menjelaskan, perpanjangan PPKM mikro itu sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 4 Tahun 2021. Yakni,perpanjangan PPKM mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021. “PPKM ini dilanjutkan, karena Bapak Presiden (Jokowi) melihat program ini mampu menurunkan penyebaran Covid-19. Kesembuhannya juga meningkat,” kata bupati ketika disinggung alasan perpanjangan PPKM mikro.

Bupati Jombang menambahkan, PPKM mikro di Jombang juga cukup efektif menurunkan angka positif Covid-19. Karena selama peridoe pertama, RT (rukun tetangga) yang zona merah dan oranye tida ada. Semua RT yang menerapkan PPKM berada di zona kuning. “Itupun jumlahnya menurun,” kata bupati.

Sementara itu, berdasarkan data di lama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Senin (22/2/2021) pukul 14.00 WIB, jumlah kumulatif positif Covid di Jombang 4281 orang. Dari jumlah itu, 3657 orang dinyatakan sembuh, kemudian 180 dirawat, serta 444 meninggal.

Jika dipersentase, tingkat kesembuhan 85,4 persen, pasien yang dirawat 4,2 persen, serta yang meninggal 10,4 persen. “Kami mengimbau agar posko Covid yang ada di desa ditingkatkan. Ini untuk pencegahan. Karena tingkat kematian pasien Covid-19 di Jombang agak tinggi,” pungkas Bupati Jombang Mundjidah Wahab. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar