Politik Pemerintahan

JOMAN Sidoarjo Minta PUPR Realisasikan Ganti Rugi Bangunan di Kawasan Lumpur

Ketua DPC JOMAN Kab. Sidoarjo Hadi Putranto

Sidoarjo (beritajatim.com) – DPC Jaringan Organisasi Masyarakat Nusantara (JOMAN) Kabupaten Sidoarjo siap mengawal kebijakan pro rakyat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Baik di pusat hingga ke daerah, salah satunya di Sidoarjo.

JOMAN menilai ada sejumlah rencana pembangunan yang belum terealisasikan hingga saat ini bagi korban lumpur Sidoarjo. Yakni, ganti rugi tiga bangunan di kawasan Porong yang terdampak lumpur.

Ketua DPC JOMAN Sidoarjo Hadi Putranto mengatakan, pembangunan untuk ganti rugi tiga bangunan di kawasan terdampak lumpur belum terwujud. Yakni pembangunan gedung asrama Nurul Azhar, Masjid Baitul Hamdi dan gedung SMK Nusantara.

“Sejak 2019 sudah dijanjikan untuk dibangun tapi belum terealisasikan hingga saat ini,” ucapnya Selasa (27/4/2021).

Menurutnya, proyek pembangunan yang menggunakan anggaran APBN tersebut ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS).

Sejak dilelang pada 2019, belum ada pemenang untuk mengerjakan proyek tersebut.
“Padahal sangat dibutuhkan dan kini ditunggu masyarakat sekitar untuk realisasinya. Kami peduli warga korban lumpur,” terangnya.

Tanto berharap, keinginan untuk mewujudkan kebijakan pro rakyat Presiden Jokowi diimplementasikan oleh jajaran di bawahnya. Sehingga, kebutuhan masyarakat di daerah termasuk di kawasan lumpur bisa segera terealisasi.

“Kenapa harus molor terus padahal paket dan pagu anggaran sudah tersedia di sistem informasi pengadaan barang dan jasa PUPR,” tukasnya mempertanyakan.

Dari tiga bangunan tersebut, total anggaran yang disediakan sekitar Rp 16,5 miliar. Rinciannya masing-masing untuk gedung asrama Nurul Azhar Rp 9,5 miliar, Masjid Baitul Hamdi Rp 3,9 miliar dan gedung SMK Nusantara Rp 3,1 miliar.

Di sisi lain, Tanto juga berharap lahan di kawasan lumpur Sidoarjo saat ini bisa diberdayakan untuk kepentingan masyarakat sekitar. Misalnya digunakan untuk perkebunan dan budidaya ikan. Pengerjaan dan hasilnya bisa dimanfaatkan langsung oleh warga terdampak korban lumpur. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar