Politik Pemerintahan

Jokowi Ingatkan Masyarakat Gresik Jangan Asal Gadaikan Sertifikat Tanah

Gresik (beritajatim.com)– Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat Gresik, supaya jangan asal menggadaikan sertifikat tanah di bank untuk agunan pinjaman.

Dihadapan ribuan masyarakat Gresik yang menerima penyerahan sertifikat tanah. Mantan Gubernur DKI Jaya itu menyampaikan di seluruh tanah air pada tahun 2015. Ada 126 juta bidang tanah. Tetapi, di tahun tersebut baru 46 juta bidang tanah yang bersertifikat. Sementara 80 juta tanah yang belum bersertifikat.

“Dulu pemerintah hanya mampu mengeluarka tanah yang bersertifikat 500 ribu bidang. Kalau kekurangannya 80 juta bidang tanah maka masyarakat akan menunggu bertahun-tahun. Jadi masyarakat Gresik yang memperoleh sertifikat tanah melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sangat beruntung,” ujarnya di sela-sela penyerahan sertifikat untuk rakyat di SOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kamis (20/06/2019).

Orang nomor satu di Indonesia juga berharap, masyarakat Gresik yang telah memegang sertifikat tanah untuk hati-hati ketika menggadaikannya ke bank. Pasalnya, jika tidak menghitung berdasarkan kemampuan serta jumlah dana yang pinjam di bank. Kuatirnya sertifikat tanah yang telah diserahkan bisa hilang karena tidak bisa membayar di bank.

“Kalau hitungannya antara yang dipinjam dan kemampuan membayar tidak masuk akal. Lebih baik jangan pinjam ke bank,” urainya.

Jokowi menambahkan, 3.200 sertifikat tanah yang dibagikan ke masyarakat Gresik. Lebih bijaknya supaya bisa digunakan untuk kepentingan modal asal sesuai kemampuan.

“Saya titip itu saja, sebab saya kerap kali menjumpai banyak masyarakat lupa saat pinjam moda ke bank tapi tidak kuat membayarnya,” tambahnya.

Melalui program PTSL lanjut Jokowi, pemerintah menargetkan program sertifikat tanah rampung pada tahun 2025. Dengan target itu, pemerintah terus menggenjot peningkatan sertifikasi tanah setiap tahunnya.

Sementara itu, salah satu warga penerima sertifikat asal Desa Daudo, Kecamatan Panceng Gresik, Laila (38) mengaku berencana menggadaikan sertifikat tanahnya dengan pinjaman Rp15 juta.

Laila yang dipilih Jokowi sebagai salah satu perwakilan warga penerima sertifikat untuk maju ke panggung mengatakan, pinjaman modal itu akan digunakannya untuk pengembangan usaha menjual baju anak-anak.

Jokowi berpesan kepada Laila sertifikat tanah yang digadaikan digunakan semuanya sebagai modal, tanpa adanya sisa, sehingga bisa mensejahterakan keluarga.

“Pesan saya gunakan seluruhnya untuk modal kerja atau usaha serta investasi. Jangan dipakai untuk kredit mobil. Sebab, enaknya cuma 6 bulan kalau tidak bisa bayar mobilnya ditarik dealer, dan sertifikat tanah yang dijadikan agunan malah disitas bank,” pungkasnya. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar