Politik Pemerintahan

Jokowi Bangun Istana Presiden di Papua, Ini Tanggapan FKPPI Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Jajaran Pengurus Daerah XIII Jatim Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) mengadakan acara tasyakuran HUT ke-41 di kantornya Jalan Raden Wijaya Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Ketua PD XIII FKPPI Jatim, Gatot Sudjito kepada wartawan menegaskan, pihaknya tetap akan menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. “Kami tetap akan melawan intoleransi dan radikalisme di Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mendukung Presiden RI Jokowi membangun kantor Istana Presiden di Jayapura, Papua. Bahkan, kalau perlu tidak hanya di Papua, tapi juga di Aceh dan provinsi lainnya.

“Polemik Papua sebenarnya hanya karena kita kurang dekat. Papua seperti jauh di seberang timur, Aceh terlihat jauh di seberang barat. Karena istana presiden hanya ada di Pulau Jawa yakni Istana Bogor,” tuturnya.

“Kalau bisa jangan hanya istana Papua, Istana Kalimantan, Istana Aceh dan istana-istana lainnya agar kita semakin dekat,” imbuhnya.

Esensi kebhinekaan bangsa Indonesia, kata dia, adalah kesetaraan dan kesamaan hak dalam memperoleh layanan, meski bangsa Indonesia ini berada di berbagai kultur daerah seperti di pegunungan, perkotaan, hutan dan pantai.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berjanji akan membangun Istana Presiden di Jayapura, ibu kota Papua, mulai tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat menerima 61 tokoh Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/9/2019) siang.

Dalam pertemuan ini, hadir 61 tokoh Papua yang terdiri dari pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga para mahasiswa.

Tokoh Papua yang juga Ketua DPRD Jayapura Abisai Rollo meminta Presiden tidak khawatir mengenai ketersediaan lahan.

Sebab, ia mengaku siap menyumbangkan lahannya seluas 10 hektar untuk membangun Istana di Jayapura.

FKPPI Jatim juga mengaku ngin memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat, mengkolaborasikan dan mengapresiasi keinginan masyarakat.

Oleh karena itu, menurutnya, rakyat yang ada di dalam bingkai nasional, berbagai persoalan-persoalan yang terjadi harus direspon, yaitu semua daerah demi keutuhan dan tegaknya NKRI. Modal utamanya adalah persatuan dan kesatuan.

Hal senada dikatakan anggota DPRD Jatim dari Fraksi Golkar yang datang dalam acara itu, Sahat Simanjuntak. Di HUT ke-41, seluruh keluarga besar FKPPI Jatim dan anak bangsa diharapkan bisa bersama-sama mempererat NKRI harga mati.

“Menjaga integritas bangsa, keutuhan bangsa dan NKRI, supaya kita tetap jaya menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat,” tukasnya.

Selain itu, pihaknya ingin membangun dan memperkuat rasa nasionalisme tinggi di antara semua anak bangsa, karena generasi ke depan ini yang akan memimpin bangsa.

“Mari kita memperkuat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, pemahaman nasionalisme dan penguatan komitmen NKRI harga mati menjadi salah satu yang akan diperjuangkan dan disosialisasikan oleh seluruh anak-anak keluarga besar FKPPI,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar