Politik Pemerintahan

Joe Biden Presiden USA, Asia Tenggara Perlu Waspadai Konflik Laut China Selatan

Surabaya (beritajatim.com) – Usai Joe Biden resmi dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat, akademisi menilai Asia Tenggara sebagai salah satu region penting di dunia perlu mengantisipasi beberapa hal. Salah satunya terkait konflik di Laut China Selatan.

Pendapat itu diungkapkan oleh Dr. Suyatno yang merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni Faculty of Law & International Relations Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

“Konflik Laut China Selatan ini adalah panggung internasional. Sampai kapanpun tidak akan selesai. Saya yakin kalau perang face to face antara Amerika Serikat dan China tidak mungkin terjadi, tapi kalau proxy war ini mungkin. Muncul kemungkinan proxy war akan dipindah dari panggung politik timur tengah ke laut china selatan. Ini akan berbahaya. Negara di ASEAN harus bisa mengurus dengan baik konflik di Laut China Selatan,” ujar Suyatno.

Meski demikian, pria kelahiran Surabaya ini menilai jika di sisi lain kemenangan Biden ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia. “Karena setelah Amerika Serikat merasa apa yang sudah mereka bangun selama ini dihancurkan oleh Trump, maka Biden akan kembali membangunnya kembali. Salah satunya adalah dengan menggunakan soft power untuk masuk ke Laut China Selatan seperti yang dilakukan oleh China,” beber Suyatno.

“Soft power ini bagaimana? Lewat cara mengirimkan Mark Zuckerberg atau Elon Musk dengan Tesla. Melalui investasi. Ini peluang besar bagi Indonesia yang selama ini sebagai satu negara besar di Asia Tenggara yang terkenal dengan seringnya berhasil dalam hal diplomasi,” tambahnya.

Pria yang sempat mengajar di Universitas Airlangga atau UNAIR ini lebih lanjut memberikan saran bagi pemerintah Indonesia untuk membangun kerjasama yang lebih baik dengan pihak Amerika Serikat. “Indonesia harus bisa memberikan potret yang bagus. Karena kelompok Demokrat atau partai politik yang menjadi pengusung Joe Biden adalah kelompok yang mengedepankan HAM dan semangat anti korupsi,” kata Suyatno.

“Indonesia menjadi penting bagi Amerika Serikat untuk meningkatkan kerja sama di Asia Tenggara untuk menekan laju politik China. Untuk kaitan perdagangan saja, usai Trump membatalkan TPP dan membentuk Indopacifi, maka di pemerintahan Biden Amerika Serikat akan melihat Indonesia sosok yang penting,” pungkasnya. [ifw/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Coba Yuk, Snack Berlumur Saus Hummus

Rela Tinggalkan Dokter Spesialis

Ngobrol dengan Komunitas Berbagi di Surabaya