Politik Pemerintahan

Jingle Eri Cahyadi-Armuji Mulai Ramaikan Pilwali Surabaya 2020

Eri Cahyadi dan Armuji

Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun DPP PDIP sedikit mengalami badai karena berurusan dengan KPK, nyatanya hal itu tidak membuat keriuhan persiapan Pilkada Serentak 2020 dari partai berlogo moncong banteng terganggu.

Di Surabaya misalnya, jingle untuk pasangan Eri Cahyadi-Armuji mulai viral. Untuk diketahui, meskipun belum ada pengumuman resmi DPP, namun santer informasi beredar kedua tokoh itu bakal mendapatkan rekom.

Dalam gubahan lirik lagu karya Didi Kempot yang berjudul ‘Pamer Bojo’ ini, warga Surabaya diajak untuk memndukung sekaligus memilih pasangan Eri Cahayadi sebagai Wali Kota Surabaya dengan pasangan Armuji selaku Wakil Wali Kota.

Kalimat ajakan di lagu tersebut berbunyi “Ayo dulur kabeh ojo nganti lali, pilih calon Wali Kota Surobyo, Eri Cahyadi lan Cak Armuji itu pilihan kami,”.

Dikonfirmasi, Armuji mengungkapkan bahwa jingle itu muncul bukan berawal dari perintahnya maupun Eri Cahyadi. “Itu relawan saja. Tidak ada kita suruh. Anak-anak jalanan itu. Ya kita apresiasi lah,” ujar Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019 itu, Kamis (16/1/2020).

“Ya nggak pa pa, itu kan hasil kreatifitas warga Surabaya dalam memberikan dukungan. Padahal kami tidak pernah meminta dan tentu kami juga tidak bisa mencegahnya,” tambah Armuji.

Terkait soal rekom partai, Armuji memastikan dirinya tetap optimis. “Saya akan tetap berusaha tegak lurus dan patuh dengan keputusan DPP. Siapapun yang direkom, sebagai kader PDIP wajib hukumnya untuk mendukung sekaligus memenangkannya di Pilkada Surabaya 2020,” pungkasnya.

Di sisi lain, peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam menilai jika munculnya jingle itu merupakan upaya penyampaian pesan ke DPP partai. Meskipun demikian, Ia menilai gubahan yang ada akan sulit viral.

“Itu khan sebenarnya pesan politik untuk sounding ke DPP dan memelihara agar peluang tetap ada untuk bisa dipertimbangkan dalam kontes rekom DPP. Dari segi still sentuhan musik sepertinya biasa biasa saja rasanya sulit juga bisa viral,” ujar Rokim, ditemui pada kesempatan terpisah.

Lebih lanjut, Dekan FISIB UTM ini pun beranggapan jika pola sosialisasi Eri Cahyadi memang harus penuh trik. Mengingat statusnya sebagai ASN.

“Selama ini yang bergerak untuk Pak Eri sepertinya mengandalkan kreativitas aksi relawan saja karena status sebagai ASN yang punya keterbatasan dalam bergerak,” kata Rokim.

“Kreativitas dari sukarelawan seperti itu bagus untuk menyemarakkan Pilwali Surabaya biar ga sepi. Pilwali ini perlu lebih semarak jangan main sepi agar akses dan partisipasi publik bisa tumbuh menjadi ruang politik yang sehat dan dinamis,” pungkasnya.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar