Politik Pemerintahan

Jika Pemilu 2019 Chaos pun, Polres Gresik Telah Antisipasi

Gresik (beritajatim.com) – Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2019, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Gresik menggelar simulasi pengamanan. Baik itu tahapan kampanye, masa pencoblosan, sampai pemunguta suara.

Simulasi melibatkan separuh kekuatan Polres Gresik serta unsur dari TNI, Linmas, dan Satpol PP. Tidak ketinggalan pula anggota penjinak bahan peledak (Jihandak) dari Satbrimob Polda Jatim.

Dalam simulasi itu, diskenariokan bagaimana aparat kepolisian mengamankan massa pendukung yang dicalonkan. Pengamanan calon saat berkampanye, pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), hingga jika terjadi chaos. Dimana, ada perusuh yang mengacau saat pelaksanaan pemilu berlangsung.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, simulasi ini sebagai tahapan saat kampanye terbuka maupun pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara.

“Dalam pengamanan Pilpres dan Pileg 2019. Kami bersinergi dengan TNI mulai dari tahapan kampanye, pencoblosan sampai penghitungan suara,” katanya, Selasa (2/04/2019).

Ia menambahkan, dalam pengamanan ini. Polres Gresik mengerahkan 660 personel, ditambah dari unsur TNI serta instansi terkait. Jumlah itu, sangat cukup jika terjadi chaos saat pemilu.

“Jadi kami memiliki parameter dalam pengamanan TPS. Mulai dari TPS rawan, sangat rawan, dan kurang rawan. Setiap personelnya yang berjaga beda,” tambahnya.

Sementara Bupati Gresik Sambari Halim Radianto terkait dengan simulasi ini menuturkan, kegiatan simulasi dalam rangka sistem pengamanan kota (Sispamkota) menjelang Pilpres dan Pileg.

“Simulasi tersebut memperlihatkan adegan konflik yang terjadi saat kegiatan kampanye, pendistribusian kertas suara, pelaksanaan pemilu, pembebasan sandera hingga penjinakan bom oleh tim Jibom yang didatangkan dari Satbrimob Polda Jatim,” tandasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar