Politik Pemerintahan

Jika Gandeng Birokrat, Peluang PKS Rebut Kursi Wali Kota Surabaya Makin Lebar

Surabaya (beritajatim.com) – Peluang PKS untuk meraih kursi Wali Kota Surabaya dengan figur Reni Astuti, dipandang oleh peneliti senior Surabaya Survey Center Surokim Abdussalam akan lebih maksimal jika berdampingan dengan sosok birokrat. “Butuh kekuatan figur yang hebat dan punya daya kejut serta bisa membawa perubahan lebih visioner,” ujar Rokim, Rabu (3/7/2019).

Untuk itu, menggabungkan sosok Reni Astuti dengan tokoh birokrat menurutnya menjadi opsi yang masuk akal. “Birokrat profesional masih punya daya tarik di sby karena efek keberhasilan risma,” ujarnya.

“Tinggal lihat figurnya saja karena figur masih jadi kekuatan utama dalam Pilkada,” tambah pria yang juga Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura ini.

Di sisi lain, Rokim melihat bahwa PKS perlu melakukan beberapa hal jika ingin memenangkan Pilwali Surabaya. Salah satunya adalah memilih koalisi yang tepat.

“Untuk menang di Pilwali Surabaya modal perolehan Pileg itu masih minimalis. PKS bisa mengambil ceruk pemilih mengambang jika mengusung figur profesional progresif. Jika PKS bisa keluar dari polanya selama ini, kontes Pilwali Surabaya masih bersaing. Meski, PKS harus menapaki jalan terjal yang tidak mudah karena pemilih Kota Surabaya amat heterogen,” papar Rokim.

Untuk diketahui, saat ini ada dua tokoh elite birokrat di Pemkot Surabaya yang masuk bursa Pilwali Surabaya. Keduanya adalah Sekkota Hendro Gunawan dan Kepala Bappeko Eri Cahyadi.

Bersama Reni Astuti, keduanya masuk ke bursa Pilwali Surabaya melalui riset kualitatif yang dilakukan oleh pakar komunikasi politik UNAIR Suko Widodo. Selain Reni, nama Puti Guntur dan Indah Kurnia juga mencuat dari kalangan srikandi politik.

Sebagai informasi, riset kualitatif dilakukan dengan cara menjaring beberapa nama yang mencuat di media selama 6 bulan terakhir. Kemudian, nama-nama itu didiskusikan bersama berbagai pihak lintas keilmuan dalam Focus Group Discussion (FGD). [ifw/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar