Politik Pemerintahan

Jika Dampingi MA di Pilwali Surabaya, Reni Astuti Siap Mundur

Reni Astuti, Anggota DPRD Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil DPRD Surabaya, Reni Astuti, salah seorang kader yang disodorkan PKS untuk menjadi wakil Machfud Arifin (MA) pada Pilkada Surabaya 2020, menyatakan kesiapannya mendampingi wakil mantan Kapolda Jatim itu. Termasuk bersaing dengan Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) lainnya yang diusulkan partai pengusung. Nah, bagaimana persiapan Reni Astuti?

Ketika dikonfirmasi, Reni Astuti mengaku tidak ada persiapan khusus. Dan, apa yang dilakukan selama ini sebenarnya hanya komitmen menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Selama ini Reni Astuti aktif turun ke masyarakat, karena kewajibannya sebagai anggota DPRD Surabaya sejak 2009. “Apa yang jadi kewajiban saya sebagai anggota dewan, ya kita jalankan. Sama seperti sekarang ini, saya banyak menerima pengaduan warga dan sebagainya. Jadi, aktivitas-aktivitas kedewanan terus berjalan tanpa melihat ada momen politik apa pun,” ujar Reni Astuti.

Jika kemudian ada relawan dan kader PKS mulai mengenalkan dirinya ke masyarakat Surabaya, lanjut Reni Astuti, dirinya tak bisa menghalangi-halangi. Bahkan, ada kader PKS yang membantu sosialisasi ke masyarakat. Ini karena mereka punya harapan.

“Ya, karena semua kader partai (PKS) juga menyarankan agar kader partai atau anggota dewan yang menjalankan tugasnya bisa lebih dimanfaatkan kemanfaatannya di area yang lebih luas,” ungkap Reni Astuti.

Machfud Arifin

Apa figur perempuan masih dibutuhkan untuk memajukan Kota Surabaya? Reni Astuti menandaskan, semua itu dikembalikan ke publik. Memang, dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) bisa dilihat potensi perempuan cukup tinggi. Karena perempuan punya kesamaan rasa, sehingga wajar ada sebagian besar punya harapan seperti itu. Apalagi wali kota sebelumnya adalah perempuan.

“Apakah Surabaya masih butuh figur perempuan, meski untuk posisi wakil wali kota? Ini harus dipastikan lewat pengamat atau survei-survei. Hanya saja, saya melihat ada juga yang memandang kapasitas dan visi-misi yang dimiliki dan yang diciptakan aman buat Surabaya. Jadi, jangan hanya sekadar perempuan, tapi dia harus benar-benar pantas dan dikehendaki rakyat. Apakah saya pantas jadi pendamping Pak Machfud Arifin, itu biar publik yang menilai,” tegas Reni Astuti.

Ditanya jika Machfud Arifin memilihnya jadi wakil di Pilkada Surabaya, 9 Desember 2020, apakah siap mundur dari jabatannya sebagai wakil ketua DPRD Surabaya?

Menurut Reni Astuti, pertanyaan seperti itu memang ditunggu-tunggu. Reni Astuti pun menuturkan, jika dirinya dalam sebuah perjalanan kehidupan, itu segala sesuatu pasti akan dipikirkan masak-masak. Artinya, ketika keputusan tersebut diambil, maka itu berdasar sebuah proses yang matang.

“Kalau memang partai (PKS) memberikan mandat dan kemudian masyarakat menghendaki agar saya maju, ya nanti akan jadi pertimbangan saya untuk benar-benar kemudian menjalankan itu sebagai calon wakil wali kota. Dan, otomatis saya harus siap mundur,” pungkas Reni Astuti. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar