Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jember Jeblok di Mata KPK

KPK memberikan pengarahan di Pendapa Wahyawibawagraha

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan penilaian buruk terhadap tata kelola Pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 2020. Evaluasi ini disampaikan Direktur Koordinasi Supervisi III KPK, Brigadir Jenderal Bahtiar Ujang Purnama, saat acara pengarahan di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat (24/9/2021).

Acara pengarahan ini dihadiri Bupati Hendy Siswanto, Wakil Bupati Firjaun Barlaman, Sekretaris Daerah Mirfano, dan para pejabat organisasi perangkat daerah. Saat sesi istirahat, Hendy mengatakan, dengan program MCP, pencegahan korupsi dilaksanakan ssecara terstruktur.

Aplikasi program MCP (Monitoring Centre for Prevention) ini mengintervensi delapan area, yakni perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, pengadaan barang dan jasa, perizinan, pengawasan Aparat Pengawas Internal Pemerintah, manajemen aparatur sipil negara, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerag, dan tata kelola keuangan desa. Pemerintah Kabupaten Jember diharuskan melengkapi dokumen terkait delapan area intervensi tersebut untuk kemudian dinilai.

Informasi yang diperoleh beritajatim.com, MCP Jember pada 2020 hanya terpenuhi 28 persen dengan rentang 1 sampai 100. Saat dimintai konfirmasi, Hendy membenarkan jebloknya nilai MCP Jember di mata KPK.

“(Nilai MCP Jember) jelek sekali dulu, karena memang tidak dikerjakan pada tahun 2020. Sekarang kami akan mengejar ketertinggalan, posisi saat ini kita masih 24. Jelek, karena beberapa bulan terakhir kemarin ada ‘blank’, kita tidak melakukan satu perbaikan. Sekarang masih ada empat bulan, kami akan melakukan percepatan,” kata Hendy. Dia berharap KPK bisa membantu perbaikan tata kelola pemerintahan di Jember.

Hasil penilaian MCP Jember berbanding lurus dengan hasil opini Badan Pemeriksa Keuangan terhadap pelaksanaan APBD. “Kalau MCP-nya tidak bagus, hasil pekerjaannya tidak bagus,” kata Hendy. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar