Politik Pemerintahan

Jember Gaduh, Bupati Hendy Minta Maaf dan Berterima Kasih terhadap Semua Kritik

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto meminta maaf dalam sidang paripurna di DPRD Jember, Jawa Timur, Senin (20/8/2021), karena kegaduhan yang diakibatkan pengalokasian anggaran honor pemakaman Covid-19 sebesar Rp 70,5 juta oleh dianggarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuknya sebagai pengarah kegiatan.

Hendy berterima kasih terhadap semua kritik soal honor pemakaman pasien Covid-19 yang ditujukan kepadanya, karena alokasi anggaran tersebut. Pernyataan Hendy ini mengundang tepuk tangan dari anggota DPRD Jember yang hadir dalam ruang paripurna.

Permintaan maaf dan ucapan terima kasih ini dimasukkan secara resmi dalam naskah Nota Pengantar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jember 2021-2024. “Dalam majelis dan kesempatan yang sangat mulia ini, izinkanlah saya menyampaikan, bahwa beberapa hari belakangan, Jember penuh kegaduhan, hingga menjadi sorotan dan pemberitaan yang menasional. Hal ini tentu telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi kita semua dan seluruh masyarakat Jember,” kata Hendy.

“Maka, di hadapan majelis anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Jember, selaku bupati dan kepala daerah Kabupaten Jember, dari lubuk hati jiwa yang terdalam dan penuh kerendahan hati, saya meminta maaf atas kegaduhan ini,” kata Hendy.

“Saya pun dengan rasa tulus ikhlas, sangat berterima kasih kepada seluruh rakyat Jember dan semua pihak yang telah mengkritik, agar azas kepantasan dan moralitas harus dijunjung tinggi. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami dan seluruh jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember,” kata Hendy.

“Semua kritikan saya terima dengan tulus dan ikhlas. Itu semua saya yakini adalah wujud dari rasa cinta dan kasih seluruh masyarakat Jember kepada kami. Kegaduhan yang viral itu, menunjukkan kalau saya sebagai bupati yang baru enam bulan bekerja, sedang diingatkan publik agar terus menjaga amanah dan profesional dalam memimpin Kabupaten Jember,” kata Hendy

Hendy mengaku banyak mengambil hikmah dan memetik pelajaran berharga dari kejadian ini. “Bukankah kita semua sudah tahu bahwa pengalaman adalah guru terbaik yang mengajarkan kita semua menjalani amanah kehidupan,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar