Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Jembatan Cinta Nelayan Ujungpangkah Gresik Dioperasikan

Gresik (beritajatim.com) – Nelayan Ujungpangkah Desa Banyuurip, Gresik memiliki jembatan baru, jembatan cinta namanya. Fasilitas infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan masyarakat. Jembatan yang dibangun oleh perusahaan migas PGN Saka itu sebagai bentuk kepeduliaan perusahan melalui program corporate social responbility (CSR).

Beroperasinya jembatan cinta itu, juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik Hj. Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani serta Muspika Ujungpangkah, serta perangkat Desa Banyuurip dan tokoh masyarakat.

“Saya dan rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik berterimakasih diajak PGN Saka menyaksikan program-program CSR-nya. Disini ada tempat wisata Banyuurip Mangrove Center, ada bantuan jembatan, penanaman mangrove serta ada acara pelepasan burung. Sungguh ini sesuatu yang bermanfaat untuk kita semua,” ujar Nurul Haromaini, Kamis (30/09/2021).

Selain meninjau beroperasinya jembatan cinta. Istri Bupati Gresik itu, juga melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagi 50 paket sembako yang diberikan kepada keluarga nelayan yang tidak mampu.

Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris mengatakan, dengan selesainya pembangunan jembatan ini. Menurutnya jembatan tersebut memang sangat dibutuhkan nelayan untuk membantu mobilitas dari timur sungai ke barat sungai atau sebaliknya. “Dengan adanya jembatan ini sangat membantu mobilitas nelayan,” katanya.

Sementara, Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Indra Zulkarnain mengapresiasi dan dukungan sepenuhnya kepada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kegiatan hulu migas untuk senantiasa memberikan dampak positif kepada masyarakat di wilayah operasi industri hulu migas melalui program pengembangan .asyarakat, atau CSR.

“SKKMigas selaku leading sector industri hulu migas selalu mendukung dan berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar operasi KKKS melalui program-program kemasyarakatan seperti yang sudah PGN Saka,” ungkapnya.

External and Government Relation PGN Saka Subali menuturkan, pihaknya juga mengapresiasi adanya dukungan dari organisasi Rukun Nelayan dan Kepala Desa Banyuurip serta stakeholders yang lain atas dukungan dan kerjasamanya. “Pembangunan infrastruktur jembatan ini untuk membina hubungan dengan lingkungan sekitar wilayah operasi kami selalu memperhatikan living in harmony,” tuturnya.

Ia menambahkan, jembatan yang dibangun PGN Saka merupakan hasil community need assessment dengan nelayan dan pemerintah desa. Jembatan yang membentang sepanjang 20 meter di atas kali proyek Banyuurip ini sangat diperlukan nelayan. “Jembatan ini kami beri nama Jembatan Cinta Nelayan sebagai wujud bahwa PGN Saka sangat cinta dan peduli dengan nelayan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Pemerintah Desa Banyuurip melakukan kegiatan tambahan berupa penanaman 1000 bibit mangrove dan pelepasliaran burung.

Adapun burung yang dilepas adalah burung air Kowak Malam Kelabu (Nycticorax nyctycorax). Burung sebanyak 5 ekor ini merupakan bantuan dari Kebun Binatang Surabaya atas fasilitasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

“Semoga kegiatan ini bisa menguggah kepedulian, dan menginspirasi yang lain untuk melakukan kegiatan konservasi mangrove serta menjaga kelestarian burung di KEE Mangrove Ujungpangkah yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkas Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II BKSDA Jawa Timur Widodo. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar