Politik Pemerintahan

Jelang Putusan MK, PDIP Surabaya: Kami Yakin Gugatan MA-Mujiaman Ditolak

Adi Sutawijono, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Pada Selasa (16/2/2020) besok dijadwalkan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan keputusan dismissal terkait Pilkada Surabaya.

“Kami yakin gugatan paslon Machfud Arifin-Mujiaman akan ditolak MK, karena tidak memiliki legal standing. Seperti diketahui selisih suara paslon Eri Cahyadi-Armudji menang 145.000 suara, atau unggul 13,8 persen dari Machfud Arifin-Mujiaman. Selisih suara yang jauh, berlipat-lipat di atas syarat ambang batas selisih suara, yang diatur peraturan perundang-undangan untuk diadili di MK,” kata Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, Senin (15/2/2021).

Sedangkan ambang batas selisih suara untuk populasi sebesar Surabaya, sesuai ketentuan pasal 158 UU 10/2016, yang diperbolehkan maksimal 0,5 persen. Sejauh ini putusan-putusan MK terkait sengketa Pilkada selalu konsisten mengenai ambang batas selisih suara, seperti yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.

“Kami besok siap mendengarkan dan menerima keputusan majelis hakim MK. Paslon Eri Cahyadi-Armudji akan menyimak melalui saluran virtual pembacaan keputusan dismissal itu. Kami yakin keputusan MK nanti akan merupakan keputusan terbaik yang berseiring dengan kehendak mayoritas rakyat Surabaya, yang telah memberikan suara dalam Pillkada 9 Desember 2020 yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip langsun, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” tegasnya.

Bagaimana jika keputusan MK menolak gugatan Machfud Arifin-Mujiaman? “Saya yakin mayoritas rakyat Surabaya akan mensyukuri. Dan, Eri Cahyadi-Armudji dapat segera dilantik Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota. Dengan begitu, Eri Cahyadi-Armudji bisa segera merealisasikan gagasan-gagasan pembangunan Kota Surabaya, yang sudah disampaikan dalam masa kampanye lalu,” pungkasnya. (tok/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar