Politik Pemerintahan

Jelang Pilkada Serentak, ASN di Kabupaten Mojokerto Apel Netralitas

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebagai salah satu daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 mendatang, beragam upaya dikerahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto demi terciptanya pemilu yang damai dan kondusif. Salah satunya yaitu melalui pelaksanaan apel ikrar bersama netralitas Asosiasi Sipil Negara (ASN).

Apel yang dipimpin Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo tersebut digelar di depan halaman pendapa Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto, Senin (26/10/2020). Apel diselenggarakan sesuai amanah yang tercantum dalam Surat Keterangan Bersama (SKB).

Yakni Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan REFORMASI Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Komisi Aparatur Sipil Negara dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nomor 05 Tahun 2020 Nomor 800-2836 Tahun 2020, Nomor 16777/KEP/2020, Nomor 6/SKB/KASN/9/20, Nomor 0314 tentang Pedoman Pengawasan Netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ikrar apel dibacakan Pjs Bupati yang diikuti oleh para ASN yang bekerja di lingkungan kantor Bupati Mojokerto. Terdapat empat poin ikrar, yang intinya adalah mengajak para ASN untuk senantiasa menjaga netralitas dan integritas selama masa pemilu, dalam bersikap, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Siapapun pasangan yang terpilih, hal tersebut tidak akan mempengaruhi pekerjaan para ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto. Para pemimpin yang terpilih melalui proses politik, jabatan mereka tidak akan lebih dari 10 tahun. Sementara, para ASN sangat mungkin dari awal diangkat sampai pensiun nanti, akan tetap bekerja melayani masyarakat sebagai ASN.

“Pilkada kita doakan bersama agar berjalan lancar. Namun, kita sebagai ASN tidak perlu ke sana-ke sini. Siapapun yang terpilih, kita akan tetap kembali ke kantor dan bekerja,” ungkapnya.

Selain untuk netralitas dan kondusifitas, sikap demikian juga dibutuhkan demi kenyamanan di kantor. Mengingat, di kantor para ASN tidak hanya bekerja melainkan juga hidup bersama. Dengan demikian penting untuk saling menjaga sikap, demi kenyamanan semua.

“Mari nikmati hidup bersama, dan tetap memberi yang maksimal dalam kinerja. Ada amanat besar di pundak kita, untuk terus melayani masyarakat dengan baik,” tegasnya.[tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar